Pembukaan workshop penggalangan komitmen percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi di Aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa (25/6).

SERANG – Pemkab Serang menyatakan siaga satu darurat soal angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Hal itu lantaran jumlah AKI-AKB yang terus mengalami peningkatan.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, AKI-AKB di Kabupaten Serang cukup tinggi. Pada 2017, jumlah AKI sebanyak 58 kasus dan 246 kasus AKB. Kemudian, pada 2018 meningkat menjadi 61 kasus AKI dan 240 kasus AKB. Lalu, pada 2019 hingga hari ini tercatat 43 kasus AKI dan 126 kasus AKB.

“Ini sudah siaga satu, karena pertengahan tahun saja jumlahnya sudah 43, karena sudah darurat maka harus ada upaya-upaya yang harus kita lakukan,” kata Tatu usai acara workshop penggalangan komitmen percepatan penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi di Aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa (25/6).

Karena itu, pihaknya akan melakukan upaya-upaya untuk menekan AKI-AKB di Kabupaten Serang. Antara lain dengan menambah petugas kesehatan, anggaran hingga melakukan evaluasi setiap temuan AKI-AKB. (ABDUL ROZAK)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.