Pemkab Serang Siapkan Belajar Jarak Jauh

0
720 views

SERANG – Pemkab Serang merespons cepat kesulitan siswa mendapatkan akses jaringan internet saat pembelajaran daring dari rumah. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Serang akan menyiapkan program belajar melalui televisi untuk satu bulan ke depan.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang  Asep Nugrahajaya mengatakan, pembelajaran lewat televisi menjadi salah satu alternatif model pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. “Tinggal nanti penayangannya saja yang harus diperhatikan, apakah bisa dijangkau semua daerah, tapi tetap kita usahakan (pembelajaran lewat televisi-red),” katanya kepada Radar Banten, Rabu (15/4).

Ia mengatakan, proses pembelajaran melalui jalur apa pun harus ditempuh. Termasuk melalui televisi. Kata dia, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah juga menginisiasi program tersebut. “Mudah-mudahan ini menjadi salah satu alternatif,” ujarnya.

Dikatakan Asep, yang harus diingat bahwa proses pembelajaran harus mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020. Salah satu poin pentingnya yakni guru dan siswa dalam proses belajar tidak harus berorientasi pada ketuntasan belajar sesuai standar kurikulum yang ditetapkan. Akan tetapi, harus lebih berorientasi pada pengembangan life skill yang berkaitan dengan kesehatan terutama pencegahan Covid-19.

“Tapi tetap kita juga karena kita berpikirnya ada kualitas yang harus dikejar, sesuai dengan pemikiran Ibu Bupati, akan kita usahakan, apa pun sarannya akan kita upayakan, karena ini gagasan yang bagus yang harus kita laksanakan,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Dindikbud  Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, memaksimalkan berbagai metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar. “Semua sudah tertera dalam SOP (standar operasional prosedur-red). Misalkan guru melakukan penilaian Secara daring dan luring,” ujarnya.

Kata Wasis, dalam pelaksanaan ujian kenaikan dan kelulusan siswa, sekolah diberikan keleluasaan melakukan ujian, baik lewat daring maupun cara lain berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dindikbud Kota Serang. “Pelaksanaannya berbeda-beda. Apakah lewat online maupun cara lain. Yang pasti tidak ada UN, semua sudah tertera dalam SOP-nya” katanya.

DOOR TO DOOR

Sementara itu, staf Kecamatan Padarincang Andi Azis mengatakan, di wilayahnya sekolah sudah mengantisipasi kendala jaringan internet dalam pelaksanaan ujian. Yakni, guru mengantarkan soal langsung ke rumah peserta door to door, ada pula orangtua yang menjemput soal ke sekolah. Sebagian sekolah lebih memilih memberikan pinjaman gadget kepada siswa selama pelaksanaan ujian. “Jadi tetap berjalan walaupun sudah diterapkan belajar di rumah dan terpantau grup whatsapp,” ujar Azis kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, semalam.

Kata Azis, di wilayahnya guru dan wali murid berperan aktif menjalankan pembelajaran melalui media daring dengan membuat grup whatsapp, serta melaksanakan kegiatan visitasi guru monitoring ke anak didiknya sehingga gerak langkah anak didik terpantau baik di lingkungan keluarga maupun dalam study from home. “Alhamdulillah semua sekolah se-Kecamatan Padarincang melakukan hal serupa,” ucap Ketua Komite Pesantren Persis Gunung Buntung Kecamatan Padarincang itu.

Di Kabupaten Lebak, Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh ada 43 satuan pendidikan yang mengalami kendala jaringan.  “Untuk menyikapi hal tersebut, guru pada satuan pendidikan tetap terus berupaya salah satunya adalah dengan mendatangi siswa yang terjangkau,” kata Wawan.

Menurut Wawan, proses pembelajaran jarak jauh, sebagaimana surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 dan Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Nomor: 420/354Disdikbud/Kab/2020 jangan dimaknai pembelajaran harus dalam jaringan (daring) tetapi tetap harus menyesuaikan dengan kondisi dan fasilitas.

“Lantaran itu guru pada satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk menggunakan berbagai media pembelajaran misal whatsapps, google classroom, dan sebagainya, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan dan siswa, tetapi dengan catatan tidak memberatkan peserta didik. Upaya lain juga bisa misal dengan memberikan penugasan,” katanya.

Wawan mengatakan, sarana penunjang yang disediakan oleh Dindikbud Lebak salah satunya dengan memberikan panduan pembelajaran jarak jauh seperti penggunaan aplikasi google classrom, penggunaan aplikasi zoom, dan lainnya.

“Ini adalah upaya yang ditempuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak agar proses pembelajaran dapat berjalan, walaupun disadari tidak akan bisa 100 persen,” jelasnya. (jek-nce-zai-fdr/alt/ags)