Sekretaris Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kabupaten Serang Haryadi bersama Kabid Perencanaan dan Pengembangan Bapenda Kabupaten Serang Ikhwanussofa (kanan).

SERANG – Pemkab Serang terancam kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak hotel dan restoran di wilayah Kecamatan Anyar dan Cinangka pascatsunami. Padahal potensi pajak dari sektor pariwisata cukup besar.

Haryadi, Sekretaris Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kabupaten Serang mengatakan, saat ini masyarakat masih trauma atas kejadian tsunami beberapa waktu lalu. Hal itu bakal memengaruhi PAD dari hotel dan restoran pada tahun 2019.

“Jangankan warga yang di pesisir pantai, orang-orang yang dari luar daerah juga pasti masih trauma. Ini membuat hotel serta masyarakat di pesisir pantai Kecamatan Anyar dan Cinangka juga kehilangan pendapatan. Jadi, wajar bila PAD perhotelan tidak mencapai target,” katanya.

Dalam kaitan itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Bapenda Kabupaten Serang Ikhwanussofa mengatakan, sebagai upaya agar PAD hotel dan restoran mencapai target di 2019, pihaknya akan melakukan monitoring objek pajak yang terdampak tsunami.

“Ya, kita juga ada kekhawatiran di PAD 2019 nanti akibat dampak dari bencana ini. Karena itu, kita akan memonitor secara online serta akan melakukan penanganan lebih lanjut kepada objek-objek pajak yang terdampak tsunami, seperti perhotelan dan restoran agar target pajak daerah di 2019 bisa tercapai,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pengelolaan Pajak Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang per Januari sampai dengan 31 Desember 2018, dari sepuluh jenis PAD, hanya pajak hotel yang tidak mencapai target, yakni hanya 92,13 persen. Pascatsunami, tahun ini kondisi bisnis hotel dan restoran di Anyar dan Cinangka diperkirakan akan menurun dan akan berimbas pada pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.

Secara realisasi persentase keseluruhan pendapatan, target PAD Kabupaten Serang senilai Rp354,25 miliar terlampaui, yakni 107 persen atau senilai Rp379,130 miliar. (Haidaroh)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.