Pemkab Serang Usulkan Beasiswa untuk Mahasiswa

0
1.355 views

SERANG – Setelah SD, SMP, dan SMA, tahun depan Pemkab Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) mengusulkan anggaran beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari kalangan keluarga tidak mampu. Beasiswa mahasiswa diarahkan kepada jurusan sains dan teknologi. Tujuannya untuk menutupi kekurangan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Serang, khususnya bidang sains dan teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya menyatakan, usulan anggaran beasiswa untuk mahasiswa tersebut baru mau diusulkan tahun depan. Tujuan pemberian beasiswa tersebut, kata Asep, sebagai bentuk perhatian Pemkab bagi lulusan SMA dari kalangan tidak mampu yang mempunyai potensi. “Untuk kuotanya belum banyak, rencana baru sekitar 20 orangan. Beasiswa ini khusus untuk keluarga tidak mampu,” tegas mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tersebut melalui sambungan telepon seluler, Minggu (11/6).

Menurut Asep, banyak alumnus SMA potensial di Kabupaten Serang yang belum didukung kemampuan ekonomi. Lantaran itu, lanjutnya, Pemkab ingin memberikan kesempatan para alumnus SMA kurang mampu untuk meningkatkan potensinya disertai komitmen. “Perjanjiannya, mahasiswa yang kita berikan beasiswa, begitu lulus harus mengabdi di Kabupaten Serang. Bukan berarti jadi pegawai ASN (aparatur sipil negara-red),” terangnya.

Untuk mewujudkan itu, Asep akan bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri (PTN) semisal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk beberapa bidang studi. Nilai anggaran per mahasiswa, kata Asep, disesuaikan dengan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) perguruan tinggi yang diajak kerja sama dengan Pemkab. “Per semester misalkan bayarnya antara Rp5 juta sampai Rp7 juta, berarti setahun per mahasiswa dianggarkan Rp15 juta,” ujarnya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menegaskan, Pemkab Serang selama lima tahun ke depan selama periodenya bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memprioritaskan sektor pendidikan, selain kesehatan dan peningkatan infrastruktur. Setelah mengakomodasi penganggaran untuk beasiswa guru pendidikan anak usia dini (PAUD), anak SD, SMP, dan SMA, tahun depan sudah mulai menganggarkan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Terutama lulusan sains dan teknologi atau lulusan dengan gelar insinyur dan dokter yang dinilainya masih minim di Kabupaten Serang. “Kita butuh tenaga sains dan teknologi untuk membangun daerah. Kalau sarjana hukum, sosial politik, dan ekonomi kita sudah kelebihan,” jelasnya.

Meski demikian, Pandji akan mengukur prestasi mahasiswa tersebut sebelum diberikan beasiswa. Beasiswa akan diberikan ketika mahasiswa tersebut memasuki semester tiga. Ketika prestasi belajarnya dinilai cakap dan layak, baru beasiswa bisa diserahkan. Untuk kampusnya, kata Pandji, tidak hanya di wilayah Banten, melainkan juga bisa diarahkan ke Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan perguruan tinggi besar lain. “Kelompok tidak mampu kita akan berikan bantuan sekitar Rp10 juta setahun. Program ini sudah diawali oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) atas saran dari Ibu Bupati (menyebut Bupati Ratu Tatu Chasanah-red),” ujarnya.

Usulan pemberian beasiswa itu, menurut Pandji, mampu merangsang kekurangan SDM sarjana teknis. Untuk kuota, akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. “Nanti kita akan buat komitmen dengan penerima beasiswa. Ketika mahasiswa itu lulus, harus mengabdi ke kampung halaman,” pungkasnya. (Nizar S/RBG)