Pemkab Tangerang Terus Berantas Sampah sampai Batas Wilayah

Sampah
Ilustrasi/ Inet

TIGARAKSA – Persoalan sampah, hingga kini masih menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi Pemkab Tangerang. Meski sudah diatasi dengan peningkatan jumlah armada, ternyata itu saja tak cukup. Solusinya penegakan Perda, yang berisi sanksi.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan masalah sampah menjadi satu poin penting dari sekian banyak keluhan yang disampaikan warga dalam kegiatan Saba Desa. Meski demikian, pekerjaan rumah ini bisa selesai jika Pemkab dan warga turut turun tangan.

”Kita nggak bisa sendiri tanpa masyarakat. Akan sia-sia jika pemerintah saja yang membersihkan namun warga tidak ikut menjaganya,” katanya kepada Harian Radar Banten, Senin (1/2/2016)

Dijelaskan dia, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) setempat, Pemkab telah menambah armada ke setiap desa. Di antaranya, 35 tenaga pesapon kebersihan, tujuh armada dump truk sampah dan satu gerobak motor sampah.

”Armada tersebut untuk membersihkan sampah di daerah perbatasan antara Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang dan juga jalur Kecamatan Sepatan-Pakuhaji,” terangnya.

Ini makin kuat dengan suplai dana hibah sebesar Rp17 miliar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penanggulangan masalah sampah dan banjir.

Dana hibah tersebut berupa enam unit alat berat pengeruk dan delapan unit truk sampah. Dana hibah tersebut merupakan anggaran tahun 2015 namun tak dapat direalisasikan awal tahun 2016.

Enam alat berat tersebut diserahkan kepada aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk mengeruk sampah. Sedangkan delapan unit truk membawa sampah diserahkan kepada petugas DKP untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir di TPA Jatiwaringin, Mauk.

Terpisah Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan HM. Arsyad Husein menjelaskan pemberantasan sampah dimulai dari tumpukan di jalur atau jalan utama, pasar dan daerah perbatasan dan pemukiman warga. ”Nantinya, di ujung jalan ada dump truk yang telah siap menunggu. Ini ide brilian, semua SKPD kerja keras memerangi sampah,” jelasnya.

Disinggung mengenai kebersihan Puspemkab, Arsyad menerangkan sejumlah tenaga pesapon taman akan ditambah untuk membersihkan taman, menyapu daun-daun yang ada di jalan dan tenaga pemotong rumput taman. ”Gerobak motor yang selalu mengangkut sampah taman juga beroperasi setiap hari. Ini semua untuk menjaga kebersihan dan lingkungan yang asri dan hijau,” timpal Arsyad. (RB/mg-20/ful)