KOTA CILEGON – Asisten Daerah I Setda Kota Cilegon Taufiqurrohman, memimpin langsung aksi pembongkaran paksa sepuluh bangunan liar (bangli) yang ada di ruas jalan Raya Anyer, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta. Selasa (2/2/2016).

Ditemui di sela pembongkaran, dirinya membantah bila aksi bongkar paksa bangunan liar itu dianggap sebatas kegiatan seremonial, mengingat ruas jalan itu merupakan akses menuju Kecamatan Ciwandan, pusat lokasi diselenggarakannya MTQ XV tingkat Kota Cilegon yang akan dihelat pada pertengahan Februari.

Baca juga : Bangunan liar di Jalan Raya Anyer, Dibongkar Paksa

“Nggak hanya kaitan dengan mau MTQ saja, kami di sini bertindak tegas, karena hak-hak masyarakat untuk nyaman itu terganggu,” ujarnya.

Berdirinya bangunan liar di lokasi itu, kata dia, sudah menahun. Selama ini selain tak berizin, sejumlah bangunan liar di lokasi itu pada malam hari kerap berubah menjadi warung remang-remang (warem) dan penjualan miras.

“Jadi kami tertibkan itu karena tak berizin, juga karena praktek waremnya,” katanya.

Lebih jauh dirinya juga menolak tudingan Pemerintah Kota Cilegon tebang pilih dalam penertiban warem. Pasalnya, tak hanya di lokasi itu saja, dugaan praktik penjualan miras dan prostitusi juga marak terjadi di ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Taufiq beralasan, letak wilayah perbatasan antara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang menjadi kendala pihaknya untuk mengambil tindakan tegas selama ini. “Yang pasti nanti di JLS juga kita tertibkan, yah kita lakukan secara bertahaplah. Karena kita juga kan harus koordinasi dengan Kabupaten,” tandasnya. (Devi Krisna)