Warga Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem saat menyampaikan aspirasi di DPRD Kota Cilegon.

CILEGON – Pemkot Cilegon yang akan membongkar bangunan liar di Kelurahan Geram, Kecamatan Grogol, membuat warga di kelurahan itu berseteru. Senin (25/7) lalu, puluhan warga Cikuasa dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, mendatangi DPRD Cilegon menolak pembongkaran. Kamis (28/7) ini giliran puluhan warga Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, yang mendatangi DPRD mendesak agar bangunan liar segera dibongkar.

“Kita meminta kepada anggota Dewan agar mendukung kebijakan Walikota yang membongkar bangunan liar. Bangunan itu berkembang menjadi warem lagi. Jika hingga tanggal 7 Agustus nanti tidak ada realisasi, kami yang akan membongkar,” ujar Isbatullah saat bertemu anggota DPRD.

Wakil Ketua DPRD Cilegon Sihabudin Syibli mengaku masih akan mempertimbangkan dua aspirasi yang berbeda . “Satu pihak ada yang meminta pembongkaran ditunda. Hari ini meminta pembongkaran dilanjutkan. Jadi kita akan melihat keresahannya warga sejauh mana, rencana tata ruangnya seperti apa, kita masih menerima saja aspirasi warga,” ucapnya.

Senin lalu, puluhan warga Cikuasa dan Kramat Raya, mendatangi Kantor DPRD Kota Cilegon menyikapi pembongkaran warung remang-remang dan bangunan liar (bangli). Kedatangan perwakilan warga ini disambut Wakil Ketua DPRD Cilegon Sihabudin Sibli, Wakil Ketua Komisi I Baihaki Sulaiman, dan anggota DPRD lainnya.

Sri Astuti (34), warga Cikuasa Pantai Rt 01/02, mengaku telah mendirikan bangunan yang ditempatinya selama 34 tahun. Ia menyayangkan adanya pembongkaran itu karena dilakukan tanpa memberikan sosialiasi dan pemberitahuan terlebih dahulu.

“Kami minta dilindungi haknya sesuai undang-undang dan kami menolak keras penggusuran rumah warga. Karena pihak kelurahan ataupun kecamatan tidak pernah mengajak bicara terkait pembongkaran itu,” ujarnya,
Imam Sukma, warga Cikuasa, tidak keberatan dengan pembongkaran asalkan direlokasi. “Saya tidak menentang, tapi juga kami jangan dibinakasan karena kami memiliki KTP, KK (kartu keluarga) dan identitas kependudukan warga Cilegon yang jelas. Kami minta direlokasi,” katanya.
(Riko)
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi I Baihaki Sulaiman mengaku menerima seluruh laporan dan masukan dari para warga. “Sudah kita catat, dan akan kita diskusikan terlebih dahulu. Semoga nanti bisa kita selesaikan secara arif,” ujarnya. (Riko)
(Riko)