Pemkot Cilegon Diminta Memperbaiki Kinerja

CILEGON – Organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Cilegon diminta untuk memperbaiki kinerjanya. Alasannya, berdasarkan penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun lalu, Kota Cilegon berada di bawah Lebak dan Kabupaten Serang.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Ronald Andreas Annas di aula Inspektorat Pemkot Cilegon, Kamis (14/2).

Andreas mengatakan, Pemkot Cilegon pada LAKIP tahun 2017 memperoleh penilai B. Ada lima indikator dalam penilaian LAKIP yakni perencanaan kinerja, kinerja, pelaporan, evaluasi dan pencapaian. “Kita sudah mulai ketinggalan sama Lebak dan Kabupaten Serang. Nilainya sudah BB,” ujarnya kepada wartawan.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, dirinya masih menemukan OPD tidak kreatif dalam membuat program. “Penilaian sementara kan masih kecil. OPD harus bisa memaparkan program kerjanya masing-masing. Cara membuat laporan kadang-kadang progamnya itu-itu saja dapat dari copy paste,” terangnya.

Dalam penyusuan LAKIP tahun 2018, Edi menjelaskan program pelaporan berjalan, pihaknya terus melakukan evaluasi secara berjenjang termasuk dilakukan oleh dirinya. “Yang sudah berjalan kita evaluasi. Saya tidak akan mencoret-coret coret sendiri lah,” pungkasnya. (Fauzan Dardiri/Aas)