Penari saat menyambut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon Edi Ariadi (tidak terlihat) pada acara Cilegon Expo 2018 di Alun-alun Cilegon, Jalan Jendral Sudirman, Kota Cilegon, Jumat (4/5). Foto: Doni Kurniawan/Banten Raya

CILEGON – Pada tahun ini Pemkot Cilegon mendapatkan bantuan keuangan (bankeu) dari Pemprov Banten sebesar Rp30 miliar. Dari jumlah itu, 50 persen di antaranya dialokasikan untuk pembangunan proyek sport center.

Sekda Kota Cilegon Sari Suryati menuturkan, dana bankeu dikucurkan agar salah satu mega proyek Pemkot Cilegon itu bisa lebih cepat selesai. “Diperkirakan, anggaran itu digunakan untuk pembangunan tribun serta sejumlah fasilitas lain yang sudah direncanakan,” ujar Sari saat ditemui setelah pembukaan Cilegon Expo di Alun-alun Kota Cilegon, Jumat (4/5).

Sejauh ini, pembanguna tribun di stadion yang berada di area sport center baru rampung sebelah. Adapun lainnya ditargetkan selesai tahun ini menggunakan anggaran dari Pemprov Banten itu. “Harapan kita di 2019 bisa selesai sehingga tahun 2020 sudah bisa diresmikan, masyarakat bisa menikmati,” ujar Sari.

Namun, bankeu dari Pemprov Banten sampai saat ini, menurutnya, belum bisa digunakan karena perlu ada perubahan dokumen yang harus dilakukan oleh Pemkot Cilegon. “Sebelumnya dalam pengajuannya kan kita satukan antara bankeu dan DAK (dana alokasi khusus). Itu harus dipisah,” ujarnya.

Menurutnya revisi itu sudah dilakukan oleh Pemkot Cilegon. Pihaknya pun berharap bantuan itu bisa segera dicairkan oleh Pemprov Banten.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi menuturkan, untuk merealisasikan seluruh mega proyek yang telah direncanakan oleh pemerintah, perlu ada kreativitas karena mengandalkan APBD Kota Cilegon sepenuhnya tidak akan bisa.

Salah satu kreativitas yang akan dilakukan oleh Pemkot Cilegon, yaitu dengan melakukan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). “Kemarin kita sudah melakukan pertemuan dengan PII (PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia),” ujar Edi.

Pertemuan-pertemuan yang sudah dilakukan, menurut Edi, mengarah kepada hal positif. Edi optimistis pola itu bisa membantu pemerintah untuk merealisasikan mega proyek itu.

Proyek sport center, menurut Edi, saat ini sedang dicek oleh Lembaga Kajian Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Kajian itu dilakukan untuk men-support sejumlah langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Pemkot Cilegon.

Menurut Edi, mega proyek sepeti pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) dan sport center akan dibangun secara simultan karena itu proyek-proyek itu tidak ditargetkan sepenuhnya selesai di tahun ini. “Paling tidak setiap tahunnya ada progres yang bagus,” katanya.

Soal bankeu, menurutnya, Pemkot Cilegon sudah melakukan semua arahan dari Pemprov Banten. “Sekarang tanyakan saja ke Pak Gubernur,” katanya. (mg09/ibm/ira)