Pemkot Cilegon Pasang 470 Titik Wifi

0
496 views
Sejumlah anak di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol menggunakan fasilitas wifi gratis saat belajar daring.

CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon memasang 470 titik wifi gratis di seluruh kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Cilegon. Pemasangan sudah berlangsung dan ditarget selesai secara keseluruhan pada 15 Oktober mendatang.

Setiap kelurahan dipasangi 10 titik wifi sedangkan untuk setiap kecamatan sebanyak lima titik. Bekerja sama dengan PT Telkom, jaringan dipasang hingga daerah perbukitan.

Setiap titik wifi dipasang di permukiman yang masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, di tempat publik yang masyarakat mudah akses seperti posyandu, balai warga, masjid, musolah, rumah RT, dan lainnya.

Pemasangan jaringan internet hingga pelosok tersebut diharapkan bisa mendorong proses pemulihan ekonomi masyarakat serta menjadi solusi sejumlah persoalan yang dihadapi sejak masa pandemi Covid-19.

Kasubbid Data dan Informasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Hendra Cipta menjelaskan, biaya pemasangan ratusan titik wifi tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID).

Sesuai petunjuk teknis (Juknis) Kementerian Keuangan, anggaran digunakan untun pemulihan ekonomi masyarakat.

Setelah Bappeda mengkaji, saat ini salah satu persoalan yang paling menonjol di tengah-tengah masyarakat adalah layanan jaringan internet.

Di era dari manual ke digital saat ini, layanan internet menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan, tak hanya dalam persoalan ekonomi, juga dalam persoalan pendidikan dan layanan masyarakat lainnya.

Hendra menjelaskan, dari sisi ekonomi, saat ini transaksi jual beli dengan sistem daring atau online sangat tinggi, sedangkan selama ini masyarakat mayoritas masih bergantung pada sistem manual.

Untuk bisa mengembangkan bisnis, memasarkan produk buatan masyarakat secara luas, masyarakat harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Lalu selama corona kan belajar daring,  banyak masyarakat mengeluh pengeluaran buat kuota sangat boros, nah dengan program internet ini, persoalan ekonomi masyarakat bisa kebantu, masyarakat tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk beli kuota,” ujar Hendra, Kamis (8/10).

Hendra berharap dengan dipasang wifi, akses masyarakat ke internet bisa lebih mudah,  kemudian yang tidak biasa pun menjadi biasa.

“Dengan adanya penunjang layanan internet tumbuh inovator baru terkait ekonomi,” ujarnya.

Soal anggaran, kata Hendra, sejauh ini yang dianggarkan hanya sampai tahun 2020. Di mana untuk setiap titik wifi menghabiskan anggaran Rp1 juta setiap bulan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rendalev Bappeda Cilegon Tengku Herry Syahputra menjelaskan, untuk tahun 2021 mendatang, Pemkot Cilegon telah menanggarkan anggaran untuk program wifi tersebut.

Dengan seperti itu, layanan internet gratis akan dirasakan masyarakat tak hanya di tahun 2020. Anggaran tersebut akan dimasukan ke dalam Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel).

“Kurang lebih untuk sekira enam bulan kedepan. Intinya bentuk transformasi digital,  dan kondisi seperti ini perlu dilanjutkan,” ujarnya.

Masyarakat diharapkan bisa menjaga fasilitas tersebut serta digunakan sebaimana mestinya, dan membuat masyarakat lebih produktif.

Untuk mengawasi penggunaan internet tersebut Herry mengharapkan peran lembaga di tingkat kelurahan seperti RT/RW, kelompok kepemudaan, serta lembaga lainnya.

Ia juga berharap masyarakat bisa lebih kreatif dan berinovasi, tak hanya sebatas webinar, tapi juga upaya pengembangan ekonomi dengan mengoptimalkan jaringan internet tersebut.

“Kami berharap bisa muncul start up baru, dan muncul one village on product yang menjadi unggulan di Kota Cilegon,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Grogol Suhaemi menjelaskan, sekira lima lingkungan yang selama ini mengalami kesulitan jaringan telekomunikasi alias susah sinyal.

“Cikebel Atas, Cikebel Bawah, Ciore Jaya, Cipinang Atas, dan Ciore Tengah, kadang di rumah ketika komunikasi masyarakat kadang-kadang susah,” ujarnya.

Susah sinyal terjadi karena sejumlah lingkungan di Kelurahan Grogol berada di dataran tinggi. Karena itu adanya program ini sangat disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat. (bam/alt)