Pemudik memadati Pelabuhan Merak.

CILEGON – Pemkot Cilegon menyiapkan tempat penampungan orang telantar selama arus mudik Idul Fitri tahun ini. Hal itu untuk mengantisipasi adanya salah satu pemudik yang tersesat atau telantar di Kota Cilegon.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Abadiah menjelaskan, selama arus mudik hingga arus balik tidak semua pegawai di Dinsos libur. Sebagian tetap bertugas baik di kantor maupun di lapangan. “Yang di kantor standby menerima laporan, salah satunya orang tersesat atau telantar,” ujar Abadiah, Jumat (8/6).

    Dijelaskan Abadiah, menyikapi pemudik telantar, Dinsos telah menyiapkan dua skema. Pertama, jika pemudik itu masih bisa diantar, Dinsos akan mengatarkan pemudik tersebut. Skema kedua, jika pemudik itu lupa atau tidak tahu alamat tujuan, akan ditempatkan di rumah singgah dan pondok sosial yang ada di Cikerai, Kecamatan Cibeber.

    Menurut Abadiah, permasalahan sosial sangat rentan terjadi selama arus mudik berlangsung. Terlebih, Kota Cilegon menjadi daerah yang dilintasi oleh pemudik yang akan menuju daerah-daerah di Pulau Sumatera maupun sebaliknya.

    Bahkan, Kota Cilegon, tepatnya di Pelabuhan Merak menjadi salah satu titik arus mudik yang berpotensi mengalami lonjakan pemudik. “Sehingga potensi apa pun sangat mungkin terjadi. Sebagai bagian dari pemerintah kita bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi,” ujarnya.

    Selain menyiapkan tempat penampungan bagi pemudik yang telantar, Dinsos Kota Cilegon pun menempatkan sembilan petugas di Pelabuhan Merak. Petugas itu yang akan melakukan pemantauan sekaligus pendataan saat terjadinya masalah-masalah sosial, salah satunya pemudik yang tersesat.

    Dari petugas itu, setiap kasus yang ada akan dilaporkan kepada petugas yang ada di kantor. “Lalu akan ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya sesuai dengan persoalan yang terjadi. Pokoknya akan ada petugas yang standby secara bergantian,” katanya.

    Selain Dinsos Kota Cilegon, Dinas Kesehatan Kota Cilegon pun ikut serta mengawal arus mudik tahun ini. Jika Dinsos fokus pada persoalan sosial, Dinas Kesehatan Kota Cilegon fokus pada persoalan-persoalan kesehatan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ariadna menjelaskan, Dinkes akan mengerahkan petugas medis di setiap posko mudik yang disiapkan baik oleh Dinas Perhubungan, kepolisian, dan stakeholders lainnya. “Nanti akan ada petugas medis dan supir ambulans di setiap poskonya,” kata Ariadna.

    Menurutnya, di setiap posko akan ada dua tenaga medis dan satu sopir ambulans. Petugas medis akan terus ada di posko selama 24 jam. “Nanti akan bertugas secara bergantian, dibagi tiga sif,” ujarnya.

    Mulai H-3 akan ada dokter yang disiagakan. Namun dokter itu bersifat on call, artinya, akan datang ke posko kesehatan sesuai dengan kebutuhan. Meski tidak menetap di posko, dokter akan tetap siaga.

    Selain itu, lanjut Ariadna, Dinkes Kota Cilegon pun telah mengimbau kepada puskemas untuk tetap buka. Hal itu untuk mengatisipasi hal-hal yang bersifat gawat darurat dan membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. (mg09/ibm/dwi)