Pemkot Cilegon Siapkan Rumah Singgah di Cikerai untuk Korban Banjir

CILEGON – Banjir yang terjadi di Kota Cilegon sejak Jumat hingga Sabtu (9-10/2) sebagai banjir terbesar di daerah berjuluk Kota Baja.

Kepala Seksi Tanggap Darurat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh mengatakan, ada lima kecamatan di Kota Cilegon yang tergenang banjir yaitu Kecamatan Jombang, Citangkil, Ciwandan, Cibeber, dan Purwakarta.

“Paling banyak di RW 04 Kelurahan Citangkil hampir mencapai 1000 jiwa (korban terdampak banjir). Kemudian di Lingkungan Penauan, Cigading Pasar, Pintu Air mencapai 653 jiwa. Dan di Rokal, Kelurahan Jombang Wetan sekitar 600 jiwa. Itu belum yang lainnya,” ujarnya saat dihubungi Radar Banten Online melalui saluran WhatsApp, sore hari.

Sekedar diketahui, korban jiwa yang dimaksud bukan berarti korban meninggal dunia. Hanya penduduk yang menjadi korban akibat kediamannya tergenang banjir. Meski korban tersebut sudah mencapai ribuan jiwa namun Pemkot Cilegon belum mengambil langkah untuk mendirikan posko pengungsian. “Untuk posko pengungsi tidak ada. Hanya evakuasi sementara di musala,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Abadiah mengaku siap membuka rumah singgah milik Dinsos Cilegon yang berada di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber untuk ditempati sementara bagi para korban bencana banjir ini.

“Kami sudah menawarkan tadi di Kampung Ramanuju, kalau mau ada yang mengungsi silahkan di Rumas Singgah yang ada di Cikerai. Untuk supaya lebih aman, nanti akan kita siapkan mobilnya untuk mengangkut warga kesana,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)