Pemkot Diminta Tegas Tertibkan Pedagang Membandel di Pasar Induk Rau

Petugas melakukan pembongkaran lapak pedagang yang berada di atas trotoar dan pinggir jalan Pasar Induk Rau, Kota Serang, Senin (2/9). Para PKL akan direlokasi ke lantai tiga. Namun, mereka menolak relokasi.

SERANG – Lapak awning untuk berdagang berdiri di trotoar Pasar Induk Rau. Padahal baru sepekan Pemkot melakukan penertiban pedagang di lokasi tersebut. Belum diketahui siapa pihak yang mendirikan lapak tersebut. Pantauan Radar Banten, lapak berbahan baja ringan tersebut berdiri di sisi kiri blok M Pasar Rau. Ada sekira 20 lapak dengan masing masing lapak seluas tiga meter persegi.

Lokasi tersebut mulanya dijadikan lapak pedagang buah yang telah dipindah ke dalam area pasar. Belum lama ini, Pemkot Serang menertibkan lapak dan melakukan gerakan Jumat bersih.

Atas berdirinya awning tersebut, pihak Pemkot Serang memakluminya. Hal itu setelah ada rapat antara perwakilan pedagang dengan pihak Pemkot di ruang kerja wakil walikota Serang, Kamis (12/9). Pada rapat tersebut, Walikota Serang Syafrudin juga hadir langsung diikuti dinas terkait.

Kata Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, semua perwakilan pedagang hadir, mulai koordinator pedagang dari blok arah Cinanggung, Onon, Cangkring sampai Blok M. “Sambil menunggu kelayakan dimaklumi cuma dibatas dua meter. Itu pun mesti seragam tidak ada lagi tenda-tenda terpal-terpal menjalar ke jalan. Itu hasil kesepakatannya yang sore hari ini (kemarin-red) dimusyawarahkan,” katanya usai rapat koordinasi.

Dari laporan pedagang, sudah dibangun awning arah Cinanggung sampai jembatan menuju arah Terminal Cangkring atau Blok M. Kemudian, dari jembatan sampai barat Pasar Rau yang semua besarnya sekira dua meter. “Itu ada 20 kios atau 14 awning. Nah, yang dibongkar dari tembok tanah merah milik lahan masyarakat sampai Cangkring. Biar satu saja, itu pun harus dirapikan,” katanya.

Mantan ketua DPRD Kota Serang itu mengaku, besok (hari ini-red) bersama Walikota Serang Syafrudin akan langsung meninjau lokasi tersebut. “Besok saya dan Pak Wali ke Rau untuk tinjau itu dan pemilik lahan pribadi yang memakai garis sepadan jalan itu pun dibongkar,” katanya.

Didirikannya awning tersebut mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Serang Fraksi PDIP Muhammad Urip. Ia menyayangkan telah berdiri lapak di lokasi yang sebelumnya sudah ditertibkan. “Ini baru tiga hari penertiban sudah bermunculan pembangunan awning di jalur blok M, padahal kan sebelumnya sudah bagus,” katanya kepada awak media, kemarin.

Urip meminta Pemkot Serang untuk bersikap tegas. Kata dia, jika dibiarkan maka akan membuat Pasar Rau yang sudah terlihat sedikit rapi kembali menjadi semrawut. “Makanya, kami minta Pemkot Serang coba disemangatkan kembali terkait penertibannya,” kata Urip.

Menurutnya, Pemkot dan PT Banten Pesona Persada selaku pengelola Pasar Rau harus menyiapkan lokasi yang bagus di lokasi yang disiapkan untuk lokasi baru pedagang yang dipindahkan. “Terus bagaimana lagi, tempat sudah disiapkan, Pemkot sudah mendorong, tapi jangan sepotong-sepotong pembangunannya,” katanya.

Ia mengatakan, jika Pemkot membutuhkan anggaran, maka tinggal melakukan koordinasi dengan Dewan agar sama-sama memperjuangkan anggarannya. “Jangan tanggung. Anggaran kan tinggal diobrolkan agar disiapkan dan penataan Rau tidak sepotong-potong, tapi total sampai tuntas dan benar-benar tertib,” ujarnya. (ken/air/ira)