CILEGON – Pemkot Cilegon mengevaluasi kinerja Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri (CM). 

Dijumpai usai rapat, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, evaluasi itu dilakukan agar bank milik Pemkot Cilegon itu bisa terus berkembang. “Evaluasi kinerja, kan ada kewajiban untuk menurunkan NPM (Nett Profit Margin),” ujar Edi kepada wartawan, Jumat (15/3).

Selain itu, sesuai dengan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada sejumlah target yang harus dicapai oleh BPRS CM, misalnya, penagihan harus terus meningkat, serta melakukam ekspansi pembiayaan. “Struktur juga, kemudian IT harus sambil jalan sistemnya,” papar Edi.

Direktur BPRS CM Idar Sudarma menjelaskan, evaluasi itu merupakan kegiatan rutin bulanan, bukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “RUPS-nya kemungkinan April, kita berharap di minggu awal sudah bisa kita lakukan,” ujarnya.

Soal kinerja, kata Idar, saat ini masih berjalan baik, bahkan ada peningkatan pembiayaan dan penurunan NPM. 

Ia memperkirakan, pendapatan pada tahun 2018 tak jauh berbeda dengan tahu  2017. Sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

“Pendanaan nasabah mencapai 5.000, untuk pembiayaan 7.000-an mayoritas PNS UKM. Aset kita sudah Rp108 miliar, pembiayaan juga sudah Rp91 miliar,” ujarnya. (Bayu Mulyana)