Pemkot Lanjutkan Pembangunan RSUD Kota Serang

Foto udara suasana kawasan RSUD Kota Serang yang telah rampung pengerjaannya, Cipocokjaya, Kota Serang.

SERANG – Pembangunan RSUD Kota Serang di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, dilanjutkan kembali. Pembangunan tahap kedua ini menggunakan anggaran dari bantuan keuangan Pemprov Banten senilai Rp18,5 miliar.

Direktur RSUD Kota Serang dr Ahmad Hasanuddin mengatakan, proses lelang pembangunan tahap kedua RSUD itu sudah rampung. “Tanggal 27 September nanti kami mulai tanda tangan kontrak,” ujar dr Hasan melalui telepon selular, Minggu (9/9).

Kata dia, anggaran senilai Rp18,5 miliar itu digunakan untuk pembangunan satu gedung yang terdiri dari tiga lantai serta instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Satu gedung yang akan dibangun itu untuk menambah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hasan menerangkan, di lantai pertama gedung itu akan dibangun instalasi gawat darurat dan ruang operasi. Sedangkan lantai dua akan dikosongkan dulu karena anggaran tidak memadai. Sementara di lantai tiga akan digunakan untuk central sterile supply department (CSSD).

Untuk pembangunan itu, pihaknya melakukan kontrak dengan penyedia jasa asal Jakarta selama 120 hari. “Harus dikebut siang dan malam. Pihak penyedia jasa menyanggupi,” ujarnya.

Di APBD Perubahan 2018, Hasan mengaku tak ada alokasi anggaran untuk RSUD. Namun, di APBD 2019 nanti, pihaknya mengusulkan pembebasan lahan. Sedangkan pembangunannya diusulkan kembali ke Pemprov Banten.

Meski belum lengkap, lanjut dia, rumah sakit tipe C ini sudah melayani pasien. Setiap hari ada saja pasien yang datang ke RSUD, walaupun pihaknya belum melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Jadi untuk ada kerja sama, pelayanan harus dilengkapi. Kami belum punya fisioterapi, rehabilitasi medik, dan cuci darah,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, selama ini pasien yang datang hanya untuk rawat jalan karena pelayanan rawat inap belum sempurna. Pasien yang datang pun pasien umum di luar tanggungan BPJS Kesehatan. Namun, tarif yang dikenakan masih tarif puskesmas berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah.

Pada APBD Perubahan tahun ini, pihaknya mengusulkan pembuatan perda tersendiri. Apabila pihaknya sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka pasien yang datang akan lebih banyak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Serang Djoko Sutrisno mengaku penyerapan anggaran bantuan keuangan Pemprov sedang dalam proses. “Paling besar untuk RSUD, lelang sudah selesai. Insha Allah akan terserap dengan baik,” ujarnya. (Rostinah/RBG)