Pemkot Serang Akan Rekrut Pegawai RSUD

0
140

SERANG – Pemkot Serang akan merekrut pegawai non-ASN untuk personel RSUD Kota Serang. Hal itu dilakukan dalam rangka persiapan mengoperasionalkan RSUD yang direncanakan tahun depan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, untuk perekrutan pegawai non-ASN itu, pihaknya akan meminta persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Karena, siapa tahu Kemenkes atau Kementerian PAN-RB justru men-dropping pegawai ke sini, jadi kami tidak perlu rekrut,” ujar Yoyo, Rabu (20/9).

Kata dia, berdasarkan perhitungan sementara, pegawai non-ASN yang dibutuhkan sekira 159 orang, mulai dari satpam sampai dokter spesialis. Selain itu, ada juga pejabat struktural untuk RSUD.

Yoyo memperkirakan pembukaan perekrutan pegawai non-ASN itu akan dilakukan sekira Oktober atau November. “Setelah itu, mereka akan magang atau pelatihan di rumah sakit yang ada di Kota Serang. Per Januari nanti, mereka baru mulai bertugas di RSUD Kota Serang,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Toyalis mengatakan, pihaknya akan kembali merapatkan kebutuhan pegawai non-ASN sesuai dengan kemampuan keuangan dan ruangan yang ada. “Kami khawatir merekrut banyak, tapi nanti honornya tidak terbayar terus ruangannya tidak ada. Makanya, kami akan kaji kembali,” ungkapnya.

Kata dia, RSUD itu dibangun dengan tipe C. Untuk itu, kebutuhan dokter spesialisnya sebanyak enam orang. Apabila ada dokter ASN dari daerah lain ingin pindah, tentu Pemkot akan menerima sehingga tidak perlu merekrut banyak pegawai non-ASN.

Sementara itu, tambah Toyalis, untuk pegawai struktural, pihaknya juga masih konsultasi. Namun, biasanya untuk RSUD tipe C, direkturnya ditempati pejabat eselon IIIA yang mengepalai tiga kepala bidang dan para kepala seksi.

“Kalau pegawai non-ASN, mereka mulai bekerjanya Januari nanti. Sebelum bertugas, mereka akan dilatih terlebih dahulu,” ujarnya.

Saat ini, tambah Toyalis, pembangunan RSUD di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, sudah 60 persen. Alat kesehatannya juga akan diadakan di APBD Perubahan tahun ini. Untuk itu, pihaknya meminta kontraktor untuk mengebut pembangunan gedung kantor agar dapat menyimpan alat kesehatan nanti. (Rostinah/RBG)