Pemkot Serang Bakal Batasi Penggunaan Internet di OPD

SERANG – Pemkot Serang tahun depan akan membatasi penggunaan jaringan internet di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Para pegawai nanti tak bisa lagi menggunakan WiFi kantor untuk telepon selularnya yang biasa digunakan media soasial dan berselancar di dunia maya secara bebas.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang W Hari Pamungkas mengungkapkan, mulai tahun depan pengadaan anggaran untuk internet akan dipusatkan di Diskominfo. “OPD tak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk pembayaran internet karena semuanya ada di Diskominfo,” ujar Hari melalui telepon selular, Minggu (2/9).

Tak hanya soal anggaran, pemusatan internet di Diskominfo juga dilakukan sebagai upaya untuk mengefektifkan sekaligus mengefisiensikan anggaran untuk penggunaan internet. Dengan harapan, tambah Hari, penggunaan internet tahun depan lebih sehat dan bijak. “Membatasi konten dan penggunaan pribadi hanya untuk kepentingan dinas,” ujarnya.

Ia mengakui, dengan adanya kebijakan ini, maka terjadi keluhan dari OPD. “Biasa bebas sekarang dibatasi,” tandas Hari.

Terkait anggaran, ia mengaku belum final. Apalagi, selain untuk mengakomidasi kebutuhan internet 33 OPD termasuk kecamatan, anggaran internet tahun depan juga akan dialokasikan untuk Madani Command Center yang berada di Taman K3, Ciceri.

Untuk sementara di 2018 ini, kebutuhan internet OPD sampai tingkat kecamatan dan Madani Command Center sekira 300-350 megabyte. “Sebenarnya tertinggal jauh sama kabupaten/kota lain yang sudah mengembangkan IT. Makassar saja sudah belanja sekira tujuh ribu megabyte,” urainya.

Kata dia, sekarang setiap OPD lebih kurang 10 megabyte. Pihaknya akan melihat kebutuhan OPD-OPD yang menggunakan aplikasi-aplikasi dari pemerintah pusat. “Satu user satu megabyte kalau digunakan dengan benar dan bijak tidak akan lemot,” ujar pria pecinta olahraga basket ini.

Untuk sementara, lanjutnya, Diskominfo akan membagi kebutuhan internet yang sama ke OPD sambil melakukan monitoring dan evaluasi sembari melihat kebutuhan dan permintaan masing-masing. Bahkan, RSUD Kota Serang meminta 100 megabyte dan ada juga OPD lain yang meminta sampai 50 megabyte. “Nanti kami cek kebutuhan OPD sebenarnya sambil menerima masukan dari OPD tahun ini,” tutur Hari. Dengan begitu, mudah-mudahan tahun depan tak ada kendala yang berarti.

Ia mengungkapkan, lantaran belanja internet ini menggunakan APBD, maka peruntukannya juga khusus untuk keperluan dinas. Internetnya akan diatur safe mode. “Maka untuk keperluan pribadi, termasuk bermedsos ria seolah-olah lemot. Padahal sudah kami setting,” ujarnya.

Saat jam kerja, ia mengaku, akses untuk media sosial akan ditutup. Sedangkan aplikasi digunakan untuk keperluan dinas seperti aplikasi Simral, Siapkeh, dan lain sebagainya akan tetap lancar.

Kata dia, pengguna internet juga dibatasi. Yang dapat mengakses WiFi hanya yang terdaftar saja, seperti komputer, laptop, serta telepon selular yang sudah terdaftar di Diskominfo. “Sementara yang tak terdaftar tak bisa mengakses,” terang Hari.

Salah seorang pegawai OPD Pemkot Serang yang ditemui di kantornya beberapa waktu lalu mengaku saat ini jaringan WiFi kantor lemot. “Padahal belanja internet biarkan ada di OPD masing-masing saja,” tandasnya.

Menanggapi itu, Hari mengatakan, apabila digunakan dengan bijak dan hanya untuk kepentingan dinas, internet tetap lancar. “Kalau untuk kepentingan pribadi ya jelas lemot,” ujarnya. (Rostinah/RBG)