Pemkot Serang Bakal Tata Banten Lama Sendiri

0
568 views
RAPAT BERSAMA: Walikota Serang Tb Haerul Jaman bersama Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin melakukan rapat pembahasan penataan Banten Lama, Jumat (3/2).

SERANG – Tahun ini, Pemkot Serang menata kawasan Banten Lama dengan mengandalkan kemampuan keuangan sendiri. Tahun ini, Pemkot berencana mengalokasikan anggaran Rp37 miliar untuk penataan Banten Lama.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan, alokasi anggaran untuk penataan Banten Lama tahun ini ditambah dari Rp35 miliar menjadi Rp37 miliar dari APBD Kota Serang. “Di murni (APBDN Murni 2017) Rp21 miliar dan sisanya di perubahan (APBD Perubahan 2017),” ujar Jaman didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno usai rapat penataan kawasan Banten Lama di Le Dian Hotel, Jumat (3/2).

Lantaran usulan bantuan ke Pemprov Banten (banprov) untuk penataan Banten Lama senilai Rp41,9 miliar tak dikabulkan, Pemkot mengandalkan APBD sendiri untuk menata kawasan wisata ziarah tersebut. Namun, Jaman yang kemarin ditemui mengenakan kemeja berwarna abu-abu itu mengungkapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan memberikan bantuan tahun ini, walaupun jumlahnya belum diketahui. Tahun lalu, pemerintah pusat juga sudah mengucurkan dana Rp3,6 miliar. Namun, dari jumlah bantuan itu, anggaran untuk pembuatan pagar belum terserap karena penataan kawasan belum rampung dilakukan.

Jaman mengatakan, walaupun tanpa banprov, penataan Banten Lama akan tetap dilakukan. Tahun ini saja ada beberapa pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan mulai dari pematangan lahan setelah pembebasannya rampung, pembangunan seribu kios, infrastruktur di kawasan masjid, penataan jalan antara terminal dan masjid, angkutan wisata, drainase, hingga sarana dan prasarana lainnya. Sementara, pembebasan lahan yang tadinya dilakukan tahun lalu akan dikebut tahun ini.

Kata dia, walaupun pembebasan lahan belum dilakukan tapi tahapan penataan Banten Lama tidak akan molor dari jadwal. “Tidak berubah karena memang rencana pembangunannya tahun ini,” ujarnya.

Untuk itu, rapat yang dihadiri Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) membahas Banten Lama secara khusus. “Kami merumuskan rencana percepatan penataan Banten Lama,” tuturnya.

Jaman mengaku belum mengetahui apakah akan kembali mengusulkan banprov untuk penataan Banten Lama tahun depan atau tidak. “Lihat nanti seperti apa. Mungkin saja nanti duduk bareng dengan Pemprov. Kami lihat urgensinya dulu. Kalau mau memberikan, ya kami menyambut baik,” tandas politikus Partai Golkar ini.

Kepala Bappeda Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan, tahun ini, pemerintah pusat juga menjanjikan bantuan untuk penataan Banten Lama. Hanya saja hingga saat ini belum diketahui. Walaupun hanya mengandalkan kemampuan keuangan APBD sendiri, ia berharap tidak ada kendala yang berarti dalam penataan kawasan wisata ziarah tersebut. Kata dia, usulan banprov sebesar Rp41,9 miliar ke Pemprov itu awalnya untuk membiayai 16 kegiatan. Paling besar anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan kios PKL senilai Rp12 miliar. Selain itu, ada pula pematangan lahan Rp7,5 miliar. Namun, lantaran tak dikabulkan, Pemkot mengalokasikan sendiri anggaran untuk kebutuhan kegiatan tersebut walaupun belum seluruhnya. “Di APBD murni, kami anggarkan Rp21 miliar, salah satunya untuk pematangan lahan dan pembangunan kios itu,” urai Djoko.

Untuk pembangunan kios, Pemkot mengalokasikan Rp12 miliar untuk seribu kios. Anggaran untuk pematangan lahan juga dialokasikan Rp7,5 miliar. Sedangkan sisanya baru digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana lainnya seperti jalan lingkungan, drainase, hingga toilet. (Rostina/Radar Banten)