Pemkot Serang Ditenggat Hingga 18 Juli Untuk Pasang Palang Pintu Perlintasan Kereta

0
812 views
Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Edi Nur Salim saat meninjau lokasi kecelakaan antara mobil dan kereta akhir pekan lalu di Kampung Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

SERANG – Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan Edi Nur Salam mendesak kepada Pemerintah Daerah untuk segera melengkapi 17 titik perlintasan kereta api di Kota Serang dengan rambu-rambu dan palang pintu.

Kemenhub mendesak Pemkot Serang melalui surat pernyataan yang dibuat hari ini dan ditandatangin oleh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Serang.

Dalam surat yang dibuat di perlintasan kereta api kampung Cikucing, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen tersebut, Kemenhub memberikan tenggat waktu kepada Pemkot Serang untuk memasang rambu-rambu dan palang pintu paling lambat hingga 18 Juli mendatang.

“Sebenarnya kami wajib menutup perlintasan yang tidak aman bagi pengguna jalan maupun kereta api. Itu sudah kami laksanakan, tapi ternyata ada penolakan. Tadi sudah mediasi sama Sekda, Kapolres, Ketua DPRD, Kadishub dan Camat sudah berjanji melalui surat pernyataan akan melengkapi perlintasan yang 17 itu, melengkapi itu artinya mengamankan supaya orang tidak celaka,” tuturnya, Selasa (11/7).

Adapun kelengkapan perlintasan itu, ia menyebutkan, antara lain memasang rambu-rambu sebanyak delapan unit masing-masing empat sebelah kiri dan empat sebelah kanan. Selain itu, kata Edi kemudian memasang dua unit palang pintu perlintasan.

“Apabila sampai tidak dilaksanakan perjanjian itu, kami akan tutup perlintasan itu. Kami maunya perlintasan aman jangan sampai terjadi lagi. Yang 17 itu belum ada ijin dan mestinya Pemda melakukan ijin kepada kami,” terangnya.

Pihaknya telah mengirim surat kepada Pemda bahkan ke seluruh Indonesia, karena sebanyak 3600 titik perlintasan tidak memiliki perijinan. Ia pun mengaku sudah mengirim surat kepada Pemda untuk segera menutup perlintasan yang tidak memiliki ijin.

“Dengan adanya semacam ini kami lakukan terus mendesak Pemda untuk komit melengkapi segala kelengkapan diperlintasan termasuk perijinan. Surat itu sudah kami kirim dari tahun lalu, kami juga pernah minta kepada Pemda untuk memasang sepanduk tapi Pemerintah Kota Serang tidak meresponnya,” jelasnya.

Sekertaris Daerah Kota Serang Tb Urip Henus mengatakan, kejadian ini dianggap sebagai hikmah bagi Pemerintah Kota Serang untuk segera melakukan perbaikan pada 17 perlintasan.

“Apapun itu sudah menjadi kewajiban, kami siap dengan membangun palang pintu sementara, kemudian kalau palang pintu permanennya itu nanti, setelah kami lakukan komunikasi tidak murah ternyata. Yang sementara saja kami sudah kewalahan,” jelasnya, Selasa (7/10).
“Kalau dari Pemkot memang belum ada anggarannya karena belum menganggarkan. Tapi kami coba memungkinkan dari Pemkot entah bagaimana caranya tapi kalau tidak memungkinkan kami meminta partisipasi swadaya masyarakat,” tambahnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).