Pemkot Serang Evaluasi Bantuan JPS

0
704 views

Kemungkinan JPS Uang Tunai

SERANG – Walikota Serang Syafrudin menyatakan akan membahas bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dalam bentuk uang tunai. Ini lantaran ditemukan beberapa masalah dalam penyaluran JPS tahap pertama.

Berdasarkan catatan Radar Banten, Pemkot Serang telah menyalurkan bantuan JPS kepada 50.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak Covid-19. Namun, penyaluran bantuan yang dilaksanakan sejak Sabtu (2/5) lalu, masih menyisakan sejumlah masalah. Seperti, bantuan sembako yang dinilai tak sesuai alokasi anggaran, data ganda penerima bantuan, dan KK yang luput dari pendataan. “Saya bersama OPD (oraganisasi perangkat daerah-red) akan melakukan evaluasi,” ujar Syafrudin kepada wartawan, Kamis (7/5).

Syafrudin mengaku ada beberapa catatan terkait penyaluran bantuan JPS tahap pertama itu. Di antaranya, warga yang protes terkait jumlah bantuan sembako, ada penambahan warga terdampak sebanyak 30.000 KK dan data ganda. “Padahal kita berbuat cepat merealisasikan bantuan JPS. Tapi, memang masih ada yang perlu diperbaiki,” katanya.

Syafrudin mengatakan telah meminta Inspektorat untuk melakukan audit terkait besaran sembako yang dikeluhkan penerima JPS. “Saya sudah meminta inspektorat untuk melakukan audit. Ini lagi nunggu hasil laporannya,” jelas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang itu.

Syafrudin mengatakan usulan bantuan JPS berupa uang tunai kembali akan dibahas agar masalah tersebut tidak terulang. “Jenis bantuan ini awalnya kesepakatan agar penyalurannya berbentuk sembako. Tapi, karena ternyata ada banyak masalah, maka akan kembali dibahas untuk disalurkannya berbentuk tunai,” tegas Syafrudin.

Sementara Kepala Inspektorat Kota Serang, Yudi Suryadi, mengaku akan melakukan assessment terhadap Dinas Sosial selaku OPD penyalur JPS. “Pemeriksaan ini tengah proses. Yang jadi perhatian, kemungkinan ada penambahan jumlah,” katanya. “Kita telah menurunkan Irban (Inspektorat pembantu-red) untuk melakukan review. Kita akan coba perbaiki (kalau terjadi kesalahan-red). Jangan sampai sudah salah didiamkan. Inspektorat bertugas memperbaiki,” sambung Yudi.

Sementara Kepala Dinsos Kota Serang, Poppy Nopriadi menegaskan bantuan JPS tahap dua masih tetap berupa sembako. Dia menepis evaluasi penyaluran bantuan JPS membahas persoalan jenis JPS.

“Evaluasi sementara tidak ke substansi jenis JPS. Tapi lebih pada proses penyaluran dan verifikasi data penerima,” katanya.

Kata Poppy, bantuan JPS tahap dua ini akan dibagikan sebelum Idul Fitri. “Setelah penyaluran ini, kita lakukan evaluasi. Sebelum lebaran lah (Tahap kedua-red) kita salurkan lagi,” katanya. (fdr/nda)