SERANG – Komisi II DPRD Kota Serang mengatakan, penegakkan Peraturan Daeran (Perda) tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) harus diperketat, karena kalau tidak, kasus meninggalnya dua ABG (Afifah dan Atifah) akibat miras oplosan bisa terulang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Ali Surohman mengatakan, penegakkan Perda tentang Pekat perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pemkot Serang melalui dinas terkait harus bertindak tegas dalam memberantas peredaran miras.

“Kota Serang kan sudah ada Perda Pekat yang mengatur peredaran miras di Kota Serang, jika itu benar-benar ditegakkan dipastikan Kota Serang bebas dari miras. Tidak perlu ada Perda Miras, cukup perketat saja pengawasannya melalui Perda Pekat,” ungkap Ali kepada wartawan via telpon seluler, Minggu (1/2/2015) malam.

Ali menambahkan, bila perlu aparat terkait dan Satpol PP menutup penjual minuman keras yang berkedok penjual jamu, serta tempat hiburan ilegal sehingga ada efek jera bagi penjualnya, tidak hanya penyitaan miras.”Selain itu aparat juga harus menindak tegas kepada oknum anggotanya yang menjadi backing dari penjual miras tersebut. Karena sering kali ada razia bocor sehingga tidak optimal,” kata Ali.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Serang Awan Anhara mengatakan, Pemerintah jangan menutup mata dengan persoalan miras yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. “Selain harus tegas, tentu Pemkot harus menutup peluang masuknya miras ke Kota Serang. Ini harus diantasipasi, baik itu distributor maupun penjual yang langsung bersentuhan dengan pembeli, ini hanya butuh ketegasan, kan Perda Pekatnya sudah ada,” jelasnya. (Fauzan Dardiri)