Pemkot Serang Jamin Stok Pangan Selama Tahun 2017 Aman

0
595 views
ilustrasi (Foto: Istimewa)

SERANG – Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang Hafidzi menyatakan pada 2017 stok bahan pangan di kota Serang dinyatakan aman. Sebab pihaknya sudah meyediakan anggaran 150 juta selama satu tahun atau jika dibelanjakan bahan pangan sebesar 15 000 ton bahan pangan untuk warga Kota Serang.

Menurut Hafidzi jumlah tersebut sangat cukup untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan di Kota Serang. “Saat ini masyarakat jangan khawatir dengan adanya kerawanan pangan di Kota Serang. Kami menjamin pada 2017 nanti Kota Serang tidak akan mengalami kerawanan pangan. Untuk itu kami juga sedang mengupayakan agar masyarakat Kota Serang tidak bergantung pada konsumsi beras, hal tersebut agar kondisi pangan di suatu wilayah tidak jomplang, jadi jika ada kekuranngan produksi beras. Masyarakat bisa memilih bahan pangan lain selain beras seperti ubi, singkong yang kualitas gizinya sama dengan beras,” kata Hafidzi usai rapat Koordinasi dewan ketahanan pangan Kota Serang, di salah satu penginapan di Kota Serang, Kamis(29/12).

Hafidzi mengungkapkan, pihaknya juga sedang mengupayakan agar warga Kota Serang menkonsumsi ikan. Hal tersebut penting disosialisaikan agar kebutuhan gizi masyarakat seimbang. Menurutnya, masyarakat harus terbiasa makan-makanan yang kandungan gizinya beragam. Jadi masyarakat tidak hanya menkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat, tapi juga kebutuhan gizi seperti ikan yang mengandung protein hewani, nabati juga harus dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

“Salah satu strategi penguatan ketahanan pangan masyarakat yang terus digalakkan pemerintah adalah dengan mengembangkan Lumbung Pangan Masyarakat di setiap wilayah yang rentan pangan di Kota Serang. Saat ini sudah ada 11 lumbung pangan, yang tujuanya agar kota Serang terhindar dari kerawanan pangan. Kemudian kami juga terus menerus mengkampanyekan pangan lokal agar masyarakat tidak bergantung pada beras sebagai pangan pokok utama sumber karbohidrat, tetapi bisa menggantikannya dengan jagung, ubi-ubian dan lainnya,” tuturnya. (Adef)