Pemkot Serang Klaim Titik Genangan Air Berkurang

Drainase Tak Mampu Tampung Air

Pengendara melintas di jalan yang tergenang air setelah diguyur hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang, Rabu (21/3).

SERANG – Sejumlah ruas jalan di Kota Serang masih tergenang air usai hujan turun. Pantauan Radar Banten, genangan itu terjadi di jalan protokol seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Kemang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengaku, genangan air di ibukota Provinsi Banten ini sudah berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Sekarang hanya empat lokasi saja yang dilaporkan masih tergenang,” ujar Iwan, Rabu (21/3).

Ia menguraikan, lokasi-lokasi yang masih tergenang, yakni Warungpojok, Legok (depan Perumahan Serang City), Jalan Samaun Bakrie (Lingkungan Domba), dan Kemang. Sementara, genangan air Terowongan Trondol tak berlangsung lama.

Kata dia, masih tergenangnya sejumlah ruas jalan dikarenakan daya tampung saluran berkurang. Hal itu disebabkan banyaknya sedimentasi dan penumpukan sampah. Selain itu, banyaknya saluran yang tertutup juga menyebabkan genangan air.

Iwan mengaku, pekan depan akan mengundang stakeholders untuk membahas hal tersebut. Soalnya, lokasi-lokasi yang masih tergenang tidak berada di jalan yang merupakan kewenangan Pemkot Serang, melainkan Pemprov Banten dan pemerintah pusat. “Kewenangannya ada di instansi lain makanya kami akan undang mereka,” ujarnya.

Kata dia, sebaiknya bangunan-bangunan yang menutup saluran dibongkar agar tak ada lagi genangan. Selain itu, saluran juga diperbaiki dan diperbesar untuk menampung volume air yang semakin banyak.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Jumhadi mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Apalagi, di musim hujan seperti saat ini sampah bisa menyumbat saluran air,” ujarnya.

Kata dia, sebagus apa pun saluran yang dibuat pemerintah, tapi kalau masyarakat membuang sampah sembarangan tetap saja saluran akan tersumbat. Akibatnya, terjadi genangan air di ruas jalan.

Pada kesempatan itu, Jumhadi mengatakan, bangunan yang menutupi saluran air harus dibongkar. “Kami akan tindak tegas dan berkoordinasi dengan OPD terkait agar bangunan yang menutup itu dibongkar,” tandasnya. (Rostinah/RBG)