Pemkot Serang Sebut Pembangunan Kios di Taman Sari Ilegal

0
596
Deretan kios yang tengah dibangun di sekitar area Taman Sari

SERANG – Deretan kios tengah dalam proses pembangunan di area Taman Sari, Kota Serang. Kios tersebut disebut-sebut akan digunakan untuk penjualan ikan hias dan bibit ikan yang akan diternakan.

Anehnya, meski sudah hampir rampung, pembangunan kios tersebut bukan atas perintah Pemkot Serang.

Pemkot Serang melalui Disperindakop Kota Serang menyatakan, pembangunan belasan kios yang sedang dibangun permanen tersebut merupakan ilegal. Pemkot menuding ada oknum dalam pembangunan kios yang ada di Taman Sari itu.
“Itu tidak ada satupun OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang memerintahkan, memberi izin untuk dibangun selter di area Taman Sari. Jadi dalam waktu dekat pak walikota sudah memerintahkan Satpol PP untuk menghentikan itu. Makanya itu dari siapa, dari SKPD tidak ada yang memberikan izin,” kata Kepala Disperindagkop Kota Serang Ahmad Benbela ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (11/4).

Benbela menjelaskan, dalam waktu dekat, Pemkot Serang akan melakukan penertiban. “Kami akan panggil dulu lah biar mereka menghentikan pembangunan, yang dipanggil itu siapa yang jadi koordinator disana. Urusan gratis, emang di sana juga gratis dari dulu juga di sana mah ga ada yang dipungut,” ujarnya.

“Taman Sari itu pembangunannya dulu rencananya ada terminal kemudian gagal, terus dijadikan area ruang publik seperti Alun-Alun timur, terakhir dijadikan area UPT parkir. Sebelum Kota Serang, itu juga gagal, terakhir Kota Serang dibentuk di situ dibangun area kuliner, terus buming batu akik dipersilahkan batu akik ngisi di situ. Sekarang yang ada malah jadi tempat prostitusi, jadi kurang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang ikan mengatakan pihaknya akan beramai-ramai pindah ke tepi Taman Sari. Mereka berlalasan kepindahanya tersebut merupakan intruksi dari Pemerintah Kota Serang.

“Saya gak tahu mas, yang pasti saya disuruh pindah untuk ke tepi Taman Sari, nanti temen-temen lainnya juga pada pindah ke situ semua,” ujar salah satu penjual yang tak mau disebutkan namanya.

Hal senada diungkapkan oleh penjual lain mengatakan untuk bisa pindah ke tempat tersebut para pedagang belum tahu tempat tersebut harus membayar atau gratis. “Yang pasti saya sih setuju aja pindah ke situ tapi tempatnya kecil. Saya gak tahu pembangunan tersebut dari pihak mana,” ujarnya. (Ade Faturohman/adesulhan@gmail.com)