Pemkot Serang Tampung Keluhan Warga Melalui Aplikasi Rabeg

Kondisi lalu lintas di Jalan A Yani Kota Serang, Jumat (23/3). Penataan kota yang masih semrawut dikeluhkan warga.

SERANG-Sejak diluncurkan pada Sabtu (17/3) lalu, aplikasi online Reaksi Atas Berita Warga (Rabeg) makin banyak diunduh masyatakat. Selain itu, aduan yang masuk dalam aplikasi milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang itu juga semakin beragam.

Developer Rabeg Ukon ZF menguraikan, sejak Januari hingga akhir pekan lalu, laporan yang masuk ke Rabeg sebanyak 86 laporan. “Laporan dari masyarakat meningkat cukup tinggi setelah Rabeg di-launching,” ujar Ukon, Sabtu (24/3).

Kata dia, 86 laporan yang masuk itu terdiri dari 78 aduan melalui portal web dan delapan laporan dari media sosial yang menandai Pemkot Serang. “Selain melalui aplikasi, kami juga menampung aduan dari media sosial. Bahkan, ada juga kotak aduan,” terangnya.

Ia menerangkan, dari 86 laporan itu, 61 di antaranya sudah selesai, 15 dalam proses, dan tujuh aduan masih menunggu. Sedangkan, tiga laporan lainnya belum dibaca.

Ukon mengatakan, respons dari para operator Rabeg yang ada di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Serang juga sangat baik. “Dari 86 laporan itu, respons Pemkot 109 kali. Satu laporan dapat direspons berkali-kali,” urainya.

Kata dia, aplikasi Rabeg ini memang menjadi media bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan, laporan, saran, dan masukan kepada Pemkot. Sejak diluncurkan, jumlah masyarakat yang mengunduh aplikasi ini di Playstore semakin banyak. Hingga akhir pekan lalu, jumlah pengunduh sebanyak 777 orang.

Namun, tambahnya, ada masyarakat yang tidak bisa masuk ke aplikasi meskipun sudah mengunduh. Hal itu dikarenakan masyarakat tidak aktivasi melalui email. “Seharusnya setelah sukses daftar, aktivasi dulu melalui email,” terangnya.

Kepala Seksi Pengembangan Integritas Aplikasi Diskominfo Kota Serang Ahmed Beiruni mengatakan, permasalahan penerangan jalan umum yang pertama dikeluhkan masyarakat di Rabeg. “Lalu ada pedagang liar di Pasar Rau, jalan rusak, trotoar, dan sampah,” ujarnya.

Selain itu, tambah Ahmed, ada juga laporan yang ditujukan untuk instansi lain seperti Pemkab Serang dan Pemkab Lebak. Tak sedikit juga yang melaporkan jalan di Kota Serang yang merupakan kewenangan Pemprov Banten. Ke depan, aplikasi ini akan dikembangkan agar dapat bersinergi dengan Pemprov juga mengingat adanya aduan masyarakat kepada Pemprov. (nna/alt/ags/RBG)