Pemkot Tangerang Ajak Swasta Bersihkan Cisadane

0
84

TANGERANG – Ratusan sukarelawan gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, PDAM Tirta Benteng, Aliansi Air Das Cisadane (AADC), Klub Arung Jeram Cisadane, karyawan PT Multi Bintang Indonesia, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara membersihkan sampah di hulu sungai Cisadane, Senin (23/9).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian menjaga kelestarian sungai Cisadane yang kondisinya berada di tahap tiga yang artinya cukup parah. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang Fakri Wahyudi saat wawancara di kantornya. Dia menjelaskan dengan kondisi tersebut dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak bukan hanya pihak pemkot saja, namun juga keterlibatan swasta dan komunitas untuk bersama-sama menjaga sungai Cisadane.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus, kepedulian terhadap sungai perlu diikuti oleh seluruh pihak, sehingga konservasi air dapat lebih baik lagi,” jelasnya.

Sedangkan Corporate Affairs Director PT Multi Bintang Indonesia Ika Noviera mengungkapkan, sungai merupakan sumber air bersih yang penting untuk menyokong kehidupan masyarakat dan ekonomi lokal, kebutuhan pertanian hingga industri. Untuk itu dalam rangka World Clean Up Day 2019, lebih dari 100 sukarelawan PT Multi Bintang Indonesia, BUMD, pemerintah, dan masyarakat sekitar sungai Cisadane membersihkan sampah domestik di hulu Cisadane.

“Ini untuk melindungi sumber air Cisadane. Apalagi mayoritas sampah yang ada di sungai berasal dari sampah domestik yakni sebesar 84 persen. Jika terus dibiarkan akan meningkatkan ancaman deforestasi yang mengakibatkan erosi dan memperburuk kualitas air. “Kemarin kami membersihkan sepanjang 7,5 kilometer di hulu Cisadane yang berdampak pada 1,7 orang yang tinggal di sekitar sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Head of People, Nature, and Partnership Yayasan Konservasi Alam Nusantara Sally Kailola menambahkan, sampah yang menumpuk di sungai akan mengancam keanekaragaman hayati laut Indonesia, yang menempati urutan pertama di dunia. Selain itu, hal ini juga akan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.

“Limbah di sungai berasal dari lingkungan tempat tinggal kita, area umum, dan area industri yang dengan sengaja membuangnya. Ini artinya sampah akan menumpuk pada tepi sungai dan mengalir ke laut apabila tidak ada dari kita yang peduli, tentu akan menjadi bahaya di masa depan,” tutupnya. (one/adm)