Pemkot Tangerang Mulai Bangun Kampung Haji

Kampung Haji Tangerang
Dok: Radar Banten

TANGERANG – Pemkot Tangerang mulai membangun kampung haji, yang telah lama menjadi impian. Tahun ini, anggaran untuk memulai pembangunan itu sudah teralokasi. Sumbernya bukan saja dari APBD Kota Tangerang. Tapi juga dari APBD Provinsi Banten.

Kepala Dinas Bangunan Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, Pemkot Tangerang telah mengalokasikan anggaran dalam APBD 2016 untuk detail engineering design (DED) sekitar Rp500 juta. “Ada juga bantuan dari Gubernur Banten sebesar Rp5,7 miliar. Anggaran ini untuk pembangunan fisiknya,” kata Dedi, Rabu (20/1/2016).

Kata Dedi, pembangunan kampung haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia memperkirakan dana yang dibutuhkan mulai dari Rp30 miliar hingga Rp50 miliar. “Bisa multiyears,” katanya.

Dedi mengakui, untuk pembangunan kampung haji masih mengalami kendala dalam pengadaan lahan dan terkait kewenangan membangun. “Soal lahan ini, Pak Walikota yang sedang melakukan komunikasi dengan pihak PT Angkasa Pura. Lagi dicari di mana yang strategis. Sebab, Pak Walikota ingin lokasi kampung haji ini terintegrasi dengan JORR (tol bandara-red) dan kereta bandara,” kata Dedi.

Terkait kewenangan, Dedi mengatakan, sebenarnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Kalau bicara kemampuan, Kota Tangerang mampu membangun. Tapi, kita lihat dulu ini kewenangan siapa,” ujarnya.

Untuk kebutuhan lahan pembangunan kampung haji ini sekitra lima hektare. “Pemkot Tangerang tidak punya kewenangan penuh dalam proyek ini. Kami masih harus koordinasi dengan Kementerian Agama untuk pembangunan kampung haji, selain itu kami juga harus koordinasi dengan Pemprov Banten,” ungkap Dedi.

Sebelumnya, Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah Kota Tangerang Said Endrawiyanto mengatakan, pembangunan kampung haji tidak hanya asrama haji. Kampung haji nantinya akan dijadikan tempat wisata baru bagi para calon jamaah haji dan umroh. Selain itu, juga ada pusat oleh-oleh haji dan umroh.

“Jadi nanti jamaah haji dan umroh yang transit di Bandara Soekarno-Hatta tidak perlu repot-repot beli ke Jakarta. Hanya turun dari pesawat, semua kebutuhan oleh-oleh bisa dipenuhi,” ujar Said.

Pembangunan asrama haji sebelumnya juga telah disampaikan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah pada Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Banten tahun 2016 di Ballroom Hotel Imperial Arya Duta kabupaten Tangerang, April 2015 lalu. Arief minta agar pemerintah pusat ikut serta mengawal dan membantu prosesnya. Ia juga menilai Kota Tangerang merupakan lokasi yang strategis untuk pembangunan tersebut.

“Bukan hanya tempat transit, mau beli zam-zam dan oleh-oleh haji juga ada di asrama haji ini. Jadi para jamaah biar fokus ibadahnya dan nggak bolak-balik. Bandaranya kan ada di Kota Tangerang,” katanya.

Arief mengatakan, segala hal yang disampaikan dalam forum tersebut tiada lain sebagai upaya untuk menjadikan masyarakat dan Kota Tangerang semakin maju dan sejahtera, sehingga dapat turut memberikan kontribusi positif. (RB/mg-17/dai)