Pemkot Tangsel Ambil Alih Pengelolaan Pedagang di Taman Hutan Kota Satu

0
47

SERPONG – Akhirnya, Pemkot Tangsel mengambil alih pengelolaan pedagang di lahan Taman Hutan Kota Satu, BSD. Ini sebagai upaya untuk menetralisir persoalan agar tidak meluas.

Dari pantauan Radar Banten, beberapa kios yang awalnya ditutup dan disegel, Jumat (10/11) langsung dibuka dan mendapat pengawasan dari pihak Kelurahan Lengkonggudang Timur. ”Sudah kita ambil alih sejak hari ini (kemarin-red),” ujar staf Kelurahan Lengkonggudang Timur, Andi Suhadi, Jumat (10/11).

Dikatakan Andi, pedagang ada sejak tahun 2013 lalu. Namun, belakangan menjadi kisruh lantaran ada dualisme pengakuan pengelola. Imbasnya, pedagang yang tak mengikuti aturan kiosnya disegel.

”Kelurahan yang menjadi koordinator untuk pengelolaan taman kota ini. Sesuai dengan hasil musyawarah dengan beberapa dinas terkait,” terangnya saat ditemui di Taman Hutan Kota.

Terkait polemik antara pihak asosiasi pedagang kaki lima dengan paguyuban pedagang, Andi menilai, sudah tidak ada wewenangnya pihak lain untuk mengakuisisi. Sebab, tanah taman kota milik pemkot.

Pihaknya pun mengingatkan, bahwa rekomendasi yang diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah dicabut kembali oleh Plt Kepala DLH Mukoddas Syuhada. ”Ke depan sudah tidak ada penyegelan lagi. Pedagang sudah bebas dan tenang berjualan,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk para pedagang yang terdata ada 10 kios. Selain itu, memiliki izin pemanfaatan lahan. ”Kalau tidak ada izin dari kami, tidak ada yang boleh berjualan,” terangnya.

Salah satu perwakilan pedagang Mizz Farha Diba berysukur dengan adanya sikap tegas yang dilakukan pemkot. ”Kalau begini, pedagang bisa berjualan lagi. Tanpa ada harus rasa takut,” kata calon Ketua Kamar Dagang Indonesia Tangsel tersebut.

Terpisah, Plt Kepala DLH Mukoddas Syuhada menjelaskan, tidak ada rekomendasi apapun yang dikeluarkannya. Terkait pengelolaan pedagang. Makanya, dirinya mengeluarkan surat agar tempat tersebut dikembalikan ke kondisi awal.

Ia menekankan tidak ada penambahan pedagang. Lalu, termasuk penyegelan kios. Tidak ada kubu yang mengklaim dapat rekomendasi dinas. ”Saya hanya meminta pedagang lama untuk segera mengajukan surat pemanfaatan lahan ke pemkot untuk kepentingan pembagian zona,” tegasnya. (you/ful/sub)