Pemkot Tangsel Gratiskan Raskin

Ilustrasi/ Inet

SERPONG – Penyaluran raskin (beras untuk masyarakat miskin) atau kini dikenal dengan istilah rastra (beras untuk masyarakat sejahtera) kerap mengalami kendala dalam proses pembayarannya. Bahkan, tak sedikit daerah yang menunggak pembayaran raskin sehingga proses penyalurannya juga mengalami hambatan. Sebagai solusinya, Pemkot Tangsel tahun ini mulai menggratiskan raskin.

Kepala Bidang Jaminan Bantuan Sosial pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel Ponco Budi Santoso mengatakan, saat ini tercatat 16.677 Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang tersebar di tujuh kecamatan. Kebutuhan raskin untuk mengakomodir RTS tersebut sebanyak 3 juta ton per tahun.

“Rencananya raskin untuk warga digratiskan dan ditanggung dana APBD. Sudah ada pembicaraan dan direncananakan akan dimulai tahun 2016 ini,” ungkapnya, Jumat (5/2/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Menurutnya, sejauh ini penyaluran raskin di kota dengan tujuh kecamatan ini tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar. Dengan ditanggung APBD, maka raskin akan lebih mudah terkoordinasikan, distribusi hingga pembayarannya.

“Memang banyak yang nunggak juga. Sekarang masih dijual Rp1.600 per kilogram,” ujarnya. Menurutnya, sejumlah daerah sudah menerapkan raskin gratis. Salah satunya, Pemkot Surabaya dan Riau.

Meski begitu, pihaknya harus berkoordinasi dengan SKPD dan pihak-pihak yang terkait agar penyaluran raskin tepat sasaran. “Kita juga akan membuat stikerisasi bagi penerima raskin,” ucapnya. Stikerisasi tersebut, sambung Ponco akan ditempelkan di tiap rumah yang menerima raskin. Ini untuk menandakan rumah yang dihuni jika benar-benar warga miskin. “Kalau orang mampu dilabeli stiker penerima raskin pasti kan malu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Korban Bencana dan Keluarga Miskin pada Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel, Salbini menjelaskan, selain raskin, dalam rangka meminimalisir jumlah orang miskin di Tangsel, para RTS ini mendaparkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 3330 penerima, dan mendapatkan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) sebanyak 1000 orang. Serta bedah rumah yang dilakukan sebanyak 54 rumah. (RB/riz/mg-24)