Pemohon Kartu Kuning di Kabupaten Serang Membludak Dua Kali Lipat

0
2.399 views
Sejumlah pemohon kartu kuning padati Kantor Disnakertrans Kabupaten Serang

SERANG – Pemohon pembuatan kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja (TBPPK) atau kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang usai libur Lebaran mengalami peningkatan dua kali lipat.

Hal ini ditandai dengan banyaknya warga yang memadati loket pembuatan kartu kuning sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan.

Berdasarkan pantauan Radar Banten Online, dari pukul delapan pagi hingga siang ini sejumlah pemohon terus berdatangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Serang.

Kasi Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Yusrachmaidi mengatakan, usai libur Lebaran pemohon pembuatan kartu kuning meningkat setiap harinya, mencapai 300 pemohon. “Hari biasa itu paling 100 sampai 150 orang yang membuat kartu kuning,” terangnya ditemui Radar Banten Online di kantornya, Jumat (7/7).

Meningkatnya jumlah pemohon, terang Yusrachmaidi, lebih banyak didominasi lulusan SMA sederajat. Sejak Senin hingga Kamis kemarin jumlah pemohon mencapai 915 orang. “Belum termasuk hari ini karena kami belum menghitungnya, namun secara harian jumlahnya memang meningkat dari hari biasa,” ujarnya.

Ia juga mengaku keteteran menyelesaikan tugasnya, tetapi, menurutnya hal itu sudah tugas dan amanah yang harus dikerjakan. “Petugasnya memang kami kekurangan, di sini kami mengandalkan OB (office boy) dan anak PKL (praktik kerja lapangan) untuk membantu kami,” ucapnya.

Salah satu pemohon pembuat kartu kuning, Ahmad Fajri (19) warga Pabuaran yang sedang menunggu antrean mengaku datang pagi sekira pukul delapan, namun sampai jam 11 siang belum dapat bagian kartu kuning.

“Saya menunggu dari tadi di sini, katanya gelombang dua baru bisa dibagikan, ya sebelum Jumatan lah,” terangnya.

Namun saat ditanya akan kemana bekerja, lulusan SMA 1 Pabuaran itu belum mengetahui akan bekerja dimana. “Ini sebagai ancang-ancang saja untuk persyaratan melamar kerja,” tuturnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)