Gedung kantor DPPKD Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang.

SERANG – Pemprov Banten melalui Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten angkat bicara soal dana transfer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2015 yang mengendap di bank sebesar Rp1,13 triliun.

Kepala DPPKD Provinsi Banten Nandy Mulya S mengatakan, dana transfer yang bersumber dari APBNP 2015 itu yang belum terserap Rp121 miliar, tepatnya Rp121.292.497.530. Menurut mantan Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten ini, total dana transfer sebesar Rp2.349.068.014.400. “Dana  transfer dianggarkan sebesar Rp 2.564.860.518.000, namun terealisasi sebesar Rp 2.349.068.014.400, atau 91,59 persen, dengan realisasi belanja yang bersumber dari dana transfer sebesar Rp2.227.775.516.870, sehingga  terdapat selisih lebih sebesar Rp121.292.497.530,” papar Nandy, Jumat (29/1/2016), di kantornya.

Yang disebutkan oleh Menteri Keuangan senilai Rp1,13 triliun, Nandy menduga bukan kondisi kuangan yang aktual. Nandy sendiri mengakui sampai saat ini masih menyusun laporan keuangan sehingga belum memberikan laporan terhadap pemerintah pusat.

Kabid Anggaran DPPKD Provinsi Banten Agus Setiyadi menambahkan, sisa lebih dana transfer tersebut akan dipergunakan untuk membayar kewajiban kepada pihak ketiga atas pekerjaan yang telah selesaikannya pada tahun anggaran 2015 dan membiayai program kegiatan pelayanan dasar kepada masyarakat pada APBD 2016.

“Terutama untuk Dinas Kelautan dan Perikanan. Sekitar  Rp1,291 miliar untuk pembayaran alat laboratorium mutu hasil perikanan,” katanya.

Kementerian Keuangan seperti dilansir detik.com mengungkapkan sejumlah pemerintah daerah yang mengendapkan dana di bank, salah satunya adalah Pemprov Banten. Total nilai dana transfer yang mengendap mencapai Rp664,6 triliun.

Provinsi Banten sendiri berada di urutan delapan. Sedangkan tingkat kabupaten, Banten menyumbang satu daerah di urutan delapan yaitu Kabupaten Tangerang senilai Rp813,4 miliar. Sedangkan tingkat kota, tiga daerah sekaligus yang masuk dalam 10 daerah yang mengendapkan dana terbesar. Di urutan pertama, Kota Tangerang sebesar Rp1,28 triliun, urutan keempat Tangerang Selatan (Tangsel) Rp885,4 miliar, dan diurutan 10 Kota Serang Rp588,7 miliar. (Bayu)