Pemerintah Provinsi Banten memberikan penghargaan kepada guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten. Penghargaan tersebut tidak diberikan begitu saja, namun juga dengan seleksi yang ketat, hanya guru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dan profesional dalam aktivitas kependidikannya.

Penilaian dalam kegiatan pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tersebut dilakukan oleh tim dewan juri pada tanggal 15 hingga 18 Juni 2016 lalu di hotel Marbella Anyer. Setelah melakukan pertimbangan, dewan juri yang terdiri dari Maman Faturhoman, Ph.D dan DR. Syafrizal Paratama, M.Pd tersebut memutuskan tiga orang yang layak mendapatkan penghargaan.

Ketiga orang tersebut diantaranya, Ratna Ningsih, M.Pd dari SMK YP 17 Cilegon, Ahmad Yusup, S.Pd dari SMKN 1 Rangkas Bitung Kabupaten Lebak, dan Ida Rohayati, SP, M.Pd dari SMKN 2 Pandeglang Kabupaten Pandeglang.

Persyaratan pemilihan guru SMK berprestasi mulai dari tingkat satuan pendidikan sampai dengan tingkat nasional terdiri dari persyaratan akademik dan melengkapi persyaratan administratif. Untuk persyaratan akademik peserta harus memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana atau diploma empat. Serta penilaian juga dilihat dari kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Seorang guru yang berprestasi juga harus menghasilkan karya kreatif dan inovatif dan dapat menghantarkan siswa didiknya hingga memcapai prestasi baik di bidang intraskulikuler maupun ekstrakulikuler.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, pemberian penghargaan ini dilakukan terutama sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap tenaga pengajar di SMK. selain itu, sebagai perlindungan, mengangkat harkat dan martabat guru sebagai profesi terhormat, mulia dan terlindungi, serta memiliki jiwa kompetitif dalam peningkatan kompetensinya.

“Kita (Pemerintah Provinsi Banten) sangat menyadari besarnya peran seorang guru dalam suatu lembaga pendidikan dan dalam membentuk karakter anak bangsa. Karenanya, perlu adanya suatu ajang untuk memberikan penghargaan terhadap orang yang memilih untuk menjalani profesi terhormat dan mulia tersebut,” papar Engkos.

Dindik BantenEngkos melanjutkan, dengan adanya ajang penghargaan seperti ini diharapkan bisa menjadi pemacu semangat bagi para guru untuk bisa terus meningkatkan kualitasnya dalam mengajar dan membuat pribadi lebih profesional dalam menjalankan profesi sebagai guru.

Masih menurut Engkos, guru merupakan elemen terpenting bagi dunia pendidikan di Provinsi Banten, karena, tanpa ada sosok guru, sebanyak apapun program yang digulirkan oleh pemerintah, sebesar apapun anggaran yang dianggarkan untuk dunia pendidikan, dan sebagus apapun pengelolaanya, jika tidak ada guru, maka tujuan dan cita-cita pendirian Provinsi Banten terkait pendidikan tidak akan terwujud.

“Karena itu, kami berfikir acara penghargaan seperti ini sangat penting bagi dunia pendidikan di Provinsi Banten. Dengan ini, para guru merasa ada pemacu lain untuk dirinya lebih kompetitif dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pengajar,” paparnya.

Dindik BantenSementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten Teddy Rukman mengatakan, selain memberikan penghargaan guru berprestasi, Pemprov Banten pun memberikan penghargaan kepada Kepala Sekolah SMK berprestasi. Tahun ini, tiga Kepala Sekolah SMK yang mendapatkan penghargaan SMK berprestasi tersebut diantaranya, Sudarul Bahri, M.Pd, Kepala Sekolah SMKN 1 Tunjung Teja, kedua, Ani Risma, S.Kom, M.Pd, Kepala Sekolah YP Fatahillah 2, dan ketiga adalah Enci Zarkasih, Kepala Sekolah SMKS Walingsong.

Tujuan pemberian penghargaan ini pun tidak jauh berbeda dengan tujuan pemberian penghargaan guru SMK berprestasi yang juga sama diberikan pada tahun ini. “Kepala sekolah pun memiliki peranan penting dalam menentukan kondisi dunia pendidikan di Provinsi Banten,” papar Teddy menjelaskan.

Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah sudah barang tentu mempunyai peran dan kendali sangat besar. Kondisi pendidikan, ritme belajar mengajar di sekolah tersebut bergantung pada sosok kepala sekolah. Karena kebijakan berada di tangannya.

“Kalau kita analogikan, SMK adalah perahunya, kepala sekolah adalah nahkodanya, mau seperti apa perahunya, mau mengarah kemana perahu tersebut, tujuannya apa, dan segalanya bergantung pada nahkodanya, jika nahkoda itu salah memberikan intruksi, maka perahu tersebut pun akan salah arah. Begitu juga di sekolah,” papar Teddy.

Karena itu, menurut Teddy baik guru maupun kepala sekolah sama-sama memiliki peranan penting untuk dunia pendidikan. Jadi, menurutnya wajar jika Pemerintah Provinsi Banten memberikan penghargaan terhadap para guru dan kepala sekola yang diniliai memiliki prestasi agar bisa dicontoh oleh kepala sekolah dan guru di SMK-SMK lain di Provinsi Banten.

“Saya berharap dengan ada program seperti ini, kualitas pendidikan di Provinsi Banten semakin meningkat, sehingga lahirlah para penerus bangsa yang mempunyai kualitas yang sangat baik dan mempunyai daya saing dan kompetitif,” paparnya. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)