Pemudik yang menggunakan mobil mengantre untuk masuk ke dalam kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (10/6/2018) dini hari.

SERANG- ā€ˇPemprov Banten mulai tahun ini menghentikan program layanan mudik gratis, yang biasa diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Penghentian layanan mudik gratis ini lantaran Dishub Banten tidak memiliki anggaran.

Menurut Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat Banten, yang selama ini menunggu program mudik gratis yang difasilitasi Pemprov Banten.
“Tahun ini kami tidak memiliki program mudik gratis, sebab anggarannya tidak ada dalam APBD 2019,” kata Tri kepada wartawan usai salat jumat di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Jumat (17/5).

Tri melanjutkan, pihaknya kini hanya fokus melakukan pemantauan arus mudik 2019 di Provinsi Banten. “Kami berharap tahun depan program mudik gratis dianggarkan kembali. Sebab banyak masyarakat yang datang ke Dishub menanyakan kapan program mudik gratis digelar Pemprov,” ujarnya.

Tahun lalu, lanjut Tri, program mudik gratis masih dilaksanakan, meskipun dengan anggaran terbatas.

“Tahun lalu masih kami lakukan layanan mudik gratis, tapi hanya untuk warga Banten bukan pendatang. Misalnya warga Banten Selatan yang tinggal di Kota Serang, disediakan bus gratis untuk mudik ke kampung halaman,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dishub Banten, program mudik gratis dilakukan Pemprov Banten pada 2017. Saat itu Dishub Banten menyiapkan 40 bus angkutan mudik gratis untuk 14 tujuan ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera dengan kuota 2000 pemudik.
“Program mudik gratis tujuannya bukan hanya membantu masyarakat pendatang yang tinggal di Banten, tapi juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik. Seperti pemudik tidak menggunakan kendaraan roda dua,” papar Tri. (Deni S)