Pemprov Banten Yakin Investasi Di Tahun 2017 Meningkat

SERANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten optimis realisasi investasi mampu melampaui target sepanjang tahun ini.

Pada 2016, dinas tersebut menargetkan investasi mencapai Rp 50 triliun. Hingga semester akhir di tahun 2016, Pemprov sudah merealisasikan investasi diantaranya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 12,426,3 miliar sebanyak 496 proyek, dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai US$ 2,1912,1 juta dengan 2,161 proyek.

 

“Kami belum bisa melansir prediksi terkait realisasi di tahun 2017 ini, tetapi gambarannya cukup cerah. Banyak investor yang sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Banten misalnya China, Amerika Serikat, Timur Tengah dan saat ini yang sedang membuat kami sumringah yakni rencana investasi yang dilirik oleh Raja Salman Arab Saudi,” kata Kepala Dinas PM dan PTSP Provinsi Banten Wahyu Wardhana saat dihubungi via telepon seluler, Rabu (8/3).

Masih kata dia, investor asal Amerika Serikat lebih berminat untuk berinvestasi di sektor teknologi lingkungan, investor Timur Tengah berminat di sektor industri properti dan makanan, sedangkan investor China lebih ke sektor aneka industri dan manufaktur, dan Investor Arab Saudi lebih ke sektor Agro tourism.

“Kalau terealisasi, rencananya keluarga kerajaan arab saudi sangat berminat untuk mengembangkan usaha di sektor pariwisata. Mereka telah melakukan penjajakan awal terhdp bbrp lokasi wisata, terutama wisata pantai/bahari termasuk melirik KEK Tanjung Lesung sebagai salah satu sasaran investasi. Tentu saja Pemprov Banten sangat menyambut baik keinginan raja salman. Kita tunggu saja perkembangannya. kan kita tahu bahwa mereka tentunya memerlukan waktu untuk memutuskan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya sudah mengeluarkan setidaknya 35 perizinan, baik dari investor domestik maupun mancanegara. Jika dirinci, kontribusi investasi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan yakni logam dan kimia hingga 70%. Sisanya didominasi oleh investasi padat karya di sektor makanan dan minuman, alas kaki, dan plastik.

“Ada banyak sektor alternatif yang bisa digarap, selain sektor industri pengolahan. Kebijakan pemerintah yakni fasilitas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk penerbitan Dana Investasi Real Estate (DIRE),” katanya

Adapun, wilayah yang dipilih menjadi lokasi penerbitan DIRE antara lain Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.
Menurutnya, Banten memiliki segudang potensi untuk dikembangkan. Tak hanya berpusat di Tangerang Raya dan Cilegon saja karena selama ini kucuran investasi cenderung terkonsentrasi di tiga wilayah tersebut.

“Kami akan mengarahkan investor baru ke Serang, Pandeglang, dan Lebak karena kawasan industri di Kabupaten Tangerang sudah terlalu banyak industri,” ungkapnya. (Wirda)