Pemprov Dukung Penerapan Digital Port di Pelabuhan Banten

0
109
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (tengah) menghadiri peluncuran pelabuhan digital di PT Pelindo II Banten, Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (9/10).

CILEGON – Penerapan pelayanan digital port (pelabuhan berbasis digital) di Pelabuhan Banten milik PT Pelindo II harus dibarengi dengan persiapan sumber daya manusia (SDM). Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy pada launching (peluncuran) Pelabuhan Banten menuju digital port pertama di Indonesia, yang digelar di areal Pelabuhan Banten, Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (9/10).

Pria yang akrab disapa Andika ini mengapresiasi dan mengaku bangga atas peluncuran digital port oleh Pelabuhan Banten milik PT Pelindo II. Pelabuhan Banten atau yang biasa disebut Port of Banten akan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan digitalisasi dalam pelayanannya.

“Jangan sampai justru digitalisasi ini malahan menjadi bumerang bagi kita semua dalam konteks ketenagakerjaan. Jadi, saya tidak ingin mendengar ada pengurangan karyawan atau dibatasinya rekrutmen, terutama untuk tenaga kerja lokal karena digitalisasi ini,” ujarnya pada saat memberikan sambutan.

Menurut Andika, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berharap dengan diterapkannya digital port tersebut, tidak menggantikan peran tenaga kerja manusia dengan sistem robot dan digital. Jadi, hal ini menjadi tantangan PT Pelindo II selaku pengelola Pelabuhan Banten untuk melakukan pelatihan-pelatihan dan pendampingan dari tenaga ahli bidang teknologi informasi untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya.

Berkaitan dengan kesempatan kerja, kata Andika, jangan sampai teknologi informasi secara masif menggantikan peran tenaga kerja. Di satu sisi, tenaga kerja terus meningkatkan keterampilan yang akan berkorelasi terhadap kesejahteraan tenaga kerja. “Saya berharap dalam rekrutmen tenaga kerja baik sektor kepelabuhanan maupun sektor non kepelabuhanan agar memprioritaskan masyarakat sekitar sehingga dapat membantu mendukung program pemerintah daerah dalam upaya mengurangi tingkat pengganguran di Provinsi Banten,” ujarnya.

Andika mengungkapkan, pelabuhan merupakan salah satu mata rantai yang sangat penting dari seluruh proses perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Pelabuhan bukan sekadar tempat bongkar muat barang, tetapi juga sebagai titik temu antarmoda angkutan dan pintu gerbang ekonomi bagi pengembangan daerah sekitarnya.

Untuk itu, lanjutnya, keberadaan pelabuhan sangat diperlukan sebagai salah satu infrastuktur pembangunan ekonomi. Pelabuhan memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian suatu kawasan. “Pengembangan pelabuhan dapat memajukan ekonomi di suatu daerah, meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan asli daerah (PAD),” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Pelindo II (IPC) Cabang Banten Armen Amir mengatakan, saat ini pelabuhan harus dapat berperan sebagai pusat logistik dalam jaringan rantai pasokan global jika ingin sukses. Selain itu, pelabuhan harus mampu mempermudah segala urusan administrasi yang diperlukan untuk urusan otoritas pelabuhan, bea cukai, syahbandar, keamanan laut, imigrasi, dan lainnya. “Pada masa sekarang, sebuah kapal harus difasilitasi untuk dapat mengurus dan mendapat pengesahan atas berbagai dokumen yang diperlukan secara online melalui website,” katanya.

Armen menambahkan, digital port yang diproyeksikan akan diterapkan oleh PT Pelindo II Cabang Pelabuhan Banten merupakan otomatisasi dan digitalisasi layanan kepelabuhanan mulai dari tahap administrasi maupun tahap operasional dalam proses bongkat muat. “Dengan kecanggihan teknologi mulai dari pelayanan administrasi, truk pengakut kontainer ke terminal tidak lagi menggunakan pengemudi karena sudah bersistem semirobot. Begitu pula derek (crane) yang juga dikendalikan dengan sistem kendali jarak jauh,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)