Pemprov Imbau Masyarakat Salat Ied di Rumah, Jangan di Masjid atau di Lapangan

0
1933


SERANG – Pemprov Banten mengimbau masyarakat untuk salat Idul Adha di rumah saja. Hal itu dituangkan dalam Instruksi Gubernur Banten Nomor 20 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Virus Disease 2019 di Wilayah Provinsi Banten tertanggal 10 Juli 2021.


Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Setda Provinsi Banten Gunawan Rusminto mengatakan, untuk daerah yang diberlakukan PPKM Darurat, maka tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Darurat. “Termasuk di tanah lapang. Lebih baik, dioptimalkan ibadah di rumah,” tegas Gunawan, Kamis (14/7).


Sementara itu, untuk teknis penyembilan hewan kurban, Gunawan mengaku hal itu belum diambil keputusan. “Besok (hari ini-red) akan dirapatkan di DKM Al Bantani,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten AM Romli juga mengimbau, warga untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing. Sebab, saat ini sedang terjadi bencana non alam pandemi Covid-19. Pelaksanaan salat Idul Adha di rumah saja dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 melalui kerumunan.


“Saya juga salat di rumah,” ujarnya. Untuk salat Jumat yang wajib, ia mengatakan, bisa diganti dengan salat zuhur.


“Memang salat Idul Adha itu sunah, bisa di masjid atau di lapangan. Tetapi dalam situasi begini kita mendukung penerapan PPKM Darurat,” tegas Romli.


Terkait pemotongan hewan kurban, ia menganjurkan untuk sedapat mungkin dilakukan di tempat pemotongan atau rumah potong hewan (RPH). Jika tidak ada atau kesulitan mengakses RPH, maka diperkenankan untuk dipotong secara mandiri di tempat yang lapang atau luas. (Rostina)