Pemprov Konsisten Tingkatkan Minat Baca

Kegiatan pelayanan kearsipan dan pemanfaatan arsip ke sekolah-sekolah.

Dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat di Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di bawah kendali Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terus berinovasi mengembangkan program-program layanan literasi kepada masyarakat.

Mulai dari melengkapi sarana prasarana, memperkuat sumber daya manusia (SDM), sistem layanan jemput bola, sistem silang layan perpustakaan berupa layanan peminjaman buku kepada masyarakat hingga 300 judul buku, layanan kendaraan perpustakaan keliling dan arsip keliling, sosialisasi literasi berbasis inklusi sosial berdiskusi tentang keterampilan atau lifeskill kepada komunitas, serta roadshow literasi, bedah buku, kegiatan lomba mendongeng untuk anak-anak TK/PAUD dan lomba lainnya.

Kepala DPK Banten Ajak Moeslim (duduk tengah) bersama peserta kegiatan Penyediaan Data dan Informasi Pembangunan.

Sebelumnya, pada Oktober juga DPK sempat mengadakan kegiatan kunjungan ke Perpusda selama enam hari enam malam dengan tingkat kunjungan masyarakat mencapai 3000 orang yang disinergikan dengan bursa buku murah bekerja sama dengan penerbit buku. Akhir tahun ini, tepatnya Desember DPK juga kembali berinovasi dengan menggelar Festival Literasi bekerja sama dengan Radar Banten untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Provinsi Banten untuk lebih memotivasi masyarakat agar dapat membudayakan membaca.

Kepala DPK Banten Ajak Moeslim menjadi pemateri kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Minat dan Budaya Baca Masyarakat.

Gubernur Wahidin Halim menilai, perkembangan literasi dan minat baca masyarakat di Provinsi Banten mulai mengalami peningkatan. Sudah banyak komunitas-komunitas literasi yang secara aktif mengkampanyekan budaya baca. “Pemerintah sudah punya kelompok-kelompok literasi di berbagai daerah. Bahkan kemarin ke Baduy, sudah maju,” nilainya kepada Radar Banten di halaman ruang Gubernur Banten, Rabu (27/11).

Pria yang akrab disapa WH itu mengungkapkan, Pemprov Banten secara kelembagaan terus melakukan upaya peningkatan minat baca masyarakat. Baik melalui dinas terkait maupun keterlibatan aktif masyarakat. “Kita mengembangkan perpustakaan daerah dan kegiatan-kegiatannya. Termasuk kita bangun seribu perpustakaan dan sudah mulai jalan,” ungkapnya.

Gedung Perpusda Banten.

Bagi WH, membaca menjadi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya berlaku bagi dirinya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. “Saya biasa membaca. Kalau saya biasa baca, wartawan juga baca, masyarakat baca. Satu hari mesti luangkan membaca. Ini juga pada baca,” tutur mantan Walikota Tangerang dua periode ini.

Oleh karena itu, WH meminta, masyarakat terus melakukan aktivitas membaca. Sebab membaca akan meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup. “Ayo kita gemar membaca dalam meningkatkan pengetahuan dan informasi,” tandas mantan anggota DPR RI ini.

Sementara itu, Kepala DPK Banten Ajak Moeslim mengatakan, pihaknya terus bersinergi dan konsisten meningkatkan minat baca masyarakat di Banten. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan masyarakat ke Perpusda Banten yang setiap harinya terus bertambah dan melampaui target. “Target kita tahun 2018 kunjungan masyarakat hanya 500 orang per hari, tetapi sesuai pendaftaran online rata-rata kunjungan masyarakat mencapai di atas 650 orang atau melampaui target,” ungkapnya. “Semakin banyak kunjungan ke perpustakaan mengindikasikan bahwa budaya baca di masyarakat tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.

Hal itu tak lain berkat DPK Banten yang terus melakukan inovasi menggelar program dan kegiatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Akhir tahun ini, pihaknya kembali berinovasi menggelar Festival Literasi bekerja sama dengan Radar Banten untuk lebih memotivasi masyarakat supaya masyarakat agar meningkatkan budaya membaca. Ajak juga mengapresiasi Radar Banten yang mempunyai program Radar Banten goes to School ke sekolah dimana siswa diajak membaca koran sebagai bagian dari pembinaan literasi. ” Festival Literasi ini tak lain merupakan kebijakan pimpinan yang ingin ke depan Banten hebat di dunia literasi. Mudah-mudahan Festival Literasi nanti sukses, golnya dapat meningkatkan budaya baca,” harap Ajak. (adv)