Pemprov Lakukan Penelusuran di Sekolah

0
531
Walikota Serang meninjau simulasi belajar tatap muka, di SDN 2 Kota Serang, Jumat (14/8).

Persiapan Sekolah Tatap Muka

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim berencana akan memulai pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 nanti. Namun, sebelum kebijakan itu diberlakukan, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten untuk melakukan penelusuran Covid-19 kepada warga sekolah terlebih dahulu.

Pria yang akrab disapa WH ini mengatakan, penelusuran di tahap pertama akan dilakukan terhadap sejumlah sekolah saja. “Misalnya di pedesaan dan perkotaan,” ujar WH saat jumpa pers di Rumah Dinas Gubernur Banten, Rabu (25/11).

Kata dia, sekolah yang menjadi sampel akan dilihat terlebih dahulu hasil pelacakan atau tracing dan penelusuran atau tracking kasus Covid-19. “Jadi ada yang tinggal di kota misalnya hasil samplingnya bagaimana hasil rapidnya, swabnya. Yang tinggal di sekolah yang ada di daerah juga,” tuturnya.

Mantan Walikota Tangerang dua periode ini mengatakan, hal itu dilakukan karena pihaknya ingin melakukan pemetaan tren Covid-19 di lingkungan sekolah. Misalnya di Kabupaten Lebak, apabila satu sekolah tidak ada yang positif Covid-19, maka dapat dikatakan aman. “Sedangkan yang di kota berapa persen yang kena? Yang kita swab berapa? Ini penting ketika nanti sekolah tatap muka mungkin Januari,” ujar WH.

Sebelum kebijakan dibukanya sekolah tatap muka, ia mengaku masih menunggu survei yang dilakukan oleh Dindikbud tersebut. Hasil survei selanjutnya akan diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk dimintai rekomendasinya.

Kemudian, lanjut WH, dari Gugus Tugas baru disampaikan kepada publik. Sistem atau pola kegiatan belajar tatap muka juga nanti harus memenuhi standar protokol kesehatan.

Kata dia, setelah rekomendasi dari Gugus Tugas terbit, maka Pemprov akan meminta persetujuan dari orang tua siswa. “Di sana orangtua siswa akan dimintai persetujuan lainnya seperti apakah tatap muka untuk sebagian atau seluruhnya,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Ia mengatakan, penerapan pembelajaran tatap muka akan dibuka dengan penuh kehati-hatian. Ia tidak ingin anak-anak menjadi korban dan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Banten.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, Dindikbud akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melaksanakan sample siswa yang akan diswab pada tiap-tiap sekolah sesuai arahan Gubernur. “Dan nanti setelah ada kesiapan dari Dinkes, maka akan dilaksanakan di sekolah yang dijadikan sample,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang ini mengatakan, hal itu akan dilaksanakan Desember nanti. Terkait jadwalnya, Dindikbud nanti koordinasi dengan Dinkes. “Yang pasti Dindikbud akan siapkan datanya,” terang Tabrani.

Kata dia, untuk persiapan pembelajaran tatap muka, sekolah di bawah naungan Pemprov kini sedang mempersiapkan sarana penunjang penerapan proktokol kesehatan Covid-19. Adapun fasilitas yang disiapkan mulai dari wastafel dengan air mengalir, sabun cuci tangan, hand sanitizer, hingga pengukur suhu tubuh.

Ia mengatakan, sarana prasarana bisa didapatkan dengan menggunakan dana bantuan operasional (BOS) baik dari APBN maupun APBD. Bahkan, untuk sekolah swasta ada juga dana dari peran orangtua. “Pembiayaan mereka (sekolah-red) lebih. Itu bisa dimanfaatkan,” ujarnya. (nna/air)