Pemprov Petakan Potensi Energi di Banten

Ilustrasi/Inet

SERANG – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten saat ini sedang melakukan pemetaan potensi-potensi energi di wilayah Banten. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan disusun menjadi rencana umum energi daerah (RUED) untuk selanjutnya dijadikan bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

“Kami sedang menyusun rencana umum energi daerah (RUED). Oleh karena itu, secara khusus Kepala Biro DEN (Dewan Energi Nasional) datang ke Banten, ingin agar Banten segera merampungkan penyusunan RUED. Pak Sekda (Ranta Soeharta) juga hadir,” kata Kepala Dinas ESDM Banten Eko Palmadi, Senin (26/2).

Ia menjelaskan, dalam RUED tersebut meliputi pemetaan tentang potensi energi yang ada di wilayah Banten. Penyusunan RUED tersebut berlaku untuk seluruh daerah dan ditargetkan rampung 2018 ini.

“Isinya soal potensi energi, misalnya energi terbarukan, apakah itu angin, listrik, air dan sebagainya. Kemudian energi yang tersedia apa saja, pembangkit-pembangkit yang ada berapa jumlahnya, berapa suplainya. Lalu digunakan untuk apa dan ke mana. Jadi nanti RUED ini sebagai bahan di dalam pengambilan kebijakan energi,” tuturnya.

Saat ini, ESDM bersama OPD terkait sedang dalam tahap penyiapan data untuk pemodelan perencanaan energi daerah. Selain itu, juga menyiapkan tim teknis penyusunan RUED melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.

“RUED itu tahun ini harus selesai. Sesuai perintah presiden. Kalau belum, kita ditegur. Sekarang sedang mulai, ngumpulin data-data. Penyusunan ini lintas OPD, kemudian ada juga dari PLN, Pertamina. Tapi, memang naskah akademik yang belum,” tuturnya.

Ia menjelaskan, setelah RUED tersebut rampung selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Kementerian ESDM dengan membuat rencana umum energi nasional (RUEN).

“Dan pada 2019 ditargetkan jadi perda (peraturan daerah). Nanti, perdanya yang menginisiasi dari Biro Infrastruktur. Di daerah itu ada dua, ada RUED dan RKUD atau rencana umum ketenagalistrikan daerah. Kalau RKUD ini spesifik tentang ketenagalistrikan, sedangkan RUED semua energi, substansinya mengenai potensi energi yang ada di daerah dan pemanfaatannya,” ucapnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)

BAGIKAN