SERANG – Pada 29 Oktober 2015 mendatang Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno, akan meresmikan museum negeri Provinsi Banten. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, Ali Fadilah mengatakan, dengan diresmikannya museum Banten, merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mewujudkan keinginan masyarakat Banten mempunyai pilar-pilar sejarah.

“Salah satu provinsi di Indonesia yang belum mempunyai museum adalah Provinsi Banten. Setelah melalui proses yang panjang dari mulai pengkajian pada 2006 dan workshopnya pada 2007, sampai inventarisasi data untuk koleksi dari seluruh kabupaten/ kota yang akan menjadi masterpiece (bukti-bukti peninggalan sejarah) museum provinsi Banten. Akhirnya, berdasarkan SK Gubernur No 032/Kep.420-HUK/2015 tentang penetapan status penggunaan bangunan pendopo Gubernur Banten sebagai Museun Negeri Provinsi Banten, museum akan disahkan,” papar Ali, Selasa (27/10/2015).

Museum Banten ini lanjut Ali, merupakan museum umum yang berisi informasi tentang perkembangan sejarah Provinsi Banten dari seluruh sejarah periode Banten. “Informasi perkembangan Banten dari masa ke masa akan ada didalam museum tersebut, museum ini tidak seperti museum di kabupaten/ kota yang fokus pada satu bidang, museum ini mencakup keseluruhan sejarah Provinsi Banten,” papar Ali.

Ali sendiri enggan menyebutkan keunggulan, keunikan, atau apa saja secara rinci yang akan ada dalam museum tersebut. Menurut Ali, hal tersebut akan dijelaskan pada peresmian museum nanti oleh Gubernur Banten. “Untuk itu, nanti saja pas peluncuran oleh Gubernur Banten, yang jelas dengan ini museum yang tadinya menyatu dengan Balai Budaya, akan berdiri di bangunan bekas pendopo gubernur,” ujar Ali. (Bayu)