Pemprov Serap Aspirasi Eksportir

TANGERANG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong produk lokal bisa tembus pasar ekspor. Untuk mensinergikannya, Kemendag menggelar Talk Show Trade, Tourism and Investment di Ice BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/10).

Talk Show tersebut dimoderatori Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan Sutrisno Edy dengan narasumber Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu dan  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso.

Kepala Disperindag Banten Babar Suharso mengatakan telah menyiapkan komoditas sektor perkebunan yang bisa diekspor selain hasil industri. “Banten memang ditopang dari sektor industri besar seperti produk kimia, baja dan tekstil. Tapi, tahun ini, ada penurunan yang signifikan lantaran perang dagang Amerika dengan Cina. Soalnya produk industri banyak diekspor ke Amerika,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (18/10).

Ia menjelaskan peningkatan produk lokal menembus pasar ekspor memang tengah diupayakan salah satunya dengan bekerjasama dengan Indonesia In Your Hand yang memiliki gerai fisik di Sidney Australia dan Amsterdam Belanda selain platform digital. “Komoditas yang didorong yakni manggis, gula aren, dan kopi. Produk itu, sudah menembus pasar ekspor,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya sudah melatih pemasaran online kepada 800 Usaha Kecil Menengah (UKM). Produk sudah ada yang dipasarkan ke Afrika, Australia, Bangladesh dan Italia. Saat ini, Pemprov tengah membuat gedung pameran yang berlokasi di Kebon Nanas, Kota Tangerang. “Selain pemasaran online, kita juga akan bangun gedung sebagai sarana dan fasilitas fisik pelaku UKM untuk menunjukkan produknya,” ucapnya.

Dalam sesi tanya jawab, pelaku eksportir Kiran Rahal meminta prosedur untuk mendirikan packaging house. “Saya mohon bantuannya, untuk bisa mendapatkan akses perizinan mendirikan packaging house,” katanya.

Babar menyatakan akan menindaklanjuti dan mendukung supaya bisa berdiri packaging house. “Kita tentunya akan membantunya, adanya packaging house akan mempermudah pengiriman barang ekspor tanpa harus dicek lagi saat di Bandara,” singkatnya. (you/asp)