SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memberlakukan status awas untuk wilayah Banten seiring kembali datangnya musim hujan di awal Februasi ini. Pasalnya, musim penghujan di akhir Januari dan awal Februari ini membuat beberapa wilayah di Provinsi Banten rawan bencana banjir dan longsor, khususnya wilayah Banten Selatan.

“Daerah terdampak (bencana) menurun, tapi (daerah) rawan bencana menambah. Menurun karena adanya sodetan, pemasangan tanggul, dan normalisasi sungai,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Komari, ditemui di ruang kerjanya yang baru (2/2/2015).

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Banten, di wilayah Kabupaten Tangerang ada wilayah Paku Aji, Sepatan, Pasar Kemis, Teluk Naga, Babakan Asem yang terendam banjir dengan rata-rata ketinggian 50 sentimeter.

Kabupate Serang seperti keluraha Kasemen, Margaluyu, Sentul, dengan ketinggian rata-rata 40 centimeter dan merendam 53 kepala keluarga. Sedangkan di Carenang merendam 20 hektar lahan sawah yang usia tanamnya baru satu bulan.

“Secara umum kebencanaan di Banten keliahatnnya tidak terjadi eskalasi yang tinggi. Menyebabkan bencana banjir dan longsor tidak tinggi,” terangnya.

Daerah rawan banjir di wilayah Banten seperti di Kabupaten Serang sebanyak 21 kecamatan, Kota Serang 4, Kota Tangsel 5, Kabupaten Tangerang 22, Kota Tangerang 13, Kabupaten Lebak 16 kecamatan, Kabupaten Pandeglang 21, dan Kota Cilegon 7 kecamatan.

Sedangkan bencana longsor di Kota Cilegon 2 Kecamatan; Kecamatan Pulomerak dan Purwakarta. Kabupaten Serang 2 kecamatan; Bojonegara dan Cikeusal. Kabupaten Lebak 24 kecamatan, seperti; Cipanas, Muncang, Cibeber, dan Bayah. Kabupaten Pandeglang terdapat 3 kecamatan; Kecamatan Pandeglang, Cadasari, dan Mandalawangi.

“Lebih ditentukan struktur tanah, secara umum Lebak-Pandeglang memiliki kapasitas tanah nya labil. Mengapa sekarang teridentifikasi rawan longsor bertambah, karena memang beberapa wilayah hutan sedang dilakukan penggantian tanaman,” jelasnya.

Menurut mantan kepala Satpol PP Provinsi Banten ini, curah hujan di prediksi meningkat hingga akhir Februari. Sehingga, wilayah Banten selatan sangat rawan bencana banjir dan longsor.(Wahyudin)