Pemprov Tunda 50 Persen Proyek Fisik

0
2.075 views

SERANG – Wabah virus corona atau covid-19 telah menghambat sejumlah program pembangunan di Provinsi Banten. Pemprov Banten terpaksa menunda 50 persen pekerjaan fisik lantaran refocusing anggaran untuk penanganan covid-19.

Plt Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Banten Mahdani mengaku, penundaan pekerjaan fisik tersebut itu pada proyek yang belum dilelang atau dalam proses lelang, tapi yang belum ditetapkan pemenang lelangnya. Salah satunya, proyek pembangunan sport center. “Lumayan cukup banyak. Sampai 50 persen,” ujar Mahdani, Jumat (17/4).

Mahdani memperkirakan, tahun ini jumlah proyek fisik yang dilelang sebanyak 600 pekerjaan dengan nilai Rp2,2 triliun. Asumsi ini didasarkan atas data jumlah lelang proyek pada tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini untuk penanganan covid-19 diketahui anggaran yang digelontorkan mencapai Rp1,2 triliun. Anggaran itu berasal dari APBD dan APBN.

“Dari total anggaran tahun ini, sekitar Rp300 miliar lebih (untuk pekerjaan fisik-red), jadinya hanya Rp50 miliar saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Rina Dewiyanti mengatakan, tahun ini Pemprov Banten mendapat anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp141 miliar. “Imbasnya, bagi DAK di luar bidang pendidikan dan kesehatan yang belum dikontrakkan sebelum tanggal 27 Maret, tidak dapat disalurkan pusat ke daerah atau hangus,” jelasnya.

Dijelaskannya, DAK fisik yang tidak terealisasi sebesar Rp42 miliar atau 29,9 persen dari alokasi sebesar Rp141 miliar. Ia berharap anggaran yang tidak dapat disalurkan berkurang. (nna/nda)