Pemudik Harus Jaga Kesehatan untuk Hadapi Padatnya Arus Balik

Foto: jpnn.com

LEBARAN telah lewat sehari. Dalam beberapa hari ke depan, arus balik dari pemudik yang usai merayakan Lebaran diperkirakan akan mewarnai kepadatan lalu lintas.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi mengingatkan masyarakat yang menjalani perjalanan mudik atau saat kembali nanti, selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan dalam perjalanannya.

“Untuk itu bagi pemudik harus benar-benar disiapkan kesehatannya,” kata Oscar dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com, Kamis (7/7).

Menurutnya, untuk membantu pemudik Kemenkes telah menyiagakan 3.583 sarana kesehatan. Terdiri dari 870 Posko Kesehatan, 2.000 Puskesmas, 371 RS, dan 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Bila lelah, mengantuk, atau merasa kurang prima, para sopir atau pemudik bisa manfaatkan fasilitas ini. Setelah segar, perjalanan dapat dilanjutkan,” imbaunya.

Oscar menyampaikan keprihatinnya atas adanya korban anggota masyarakat baik karena kecelakaan lalu lintas, sakit saat dalam perjalanan, atau sebab lainnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Oscar meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Kemenkes telah menyiapkan layanan darurat medik 119.

“Masyarakat silahkan hubungi untuk mendapatkan pertolongan. Dengan demikian kejadian yang tidak diharapkan dapat diminimalisir,” tambah Oscar.

Menanggapi pemberitaan adanya 13 korban meninggal di saat kemacetan di Brebes saat arus mudik, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Achmad Yurianto menjelaskan ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab adanya korban yang meninggal.

Disebutkan, kelelahan dan kekurangan cairan dapat berdampak fatal. Menurutnya, apalagi pada kelompok rentan anak-anak, orang tua, pemudik dengan penyakit kronis (hipertensi, diabetes, jantung) dapat meningkatkan risiko.

Kondisi itu semakin diperparah dengan kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC terus menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2.

“Karena itu, utamakan kesehatan dan keselamatan saat balik nanti,” tegas Yuri. (nas/JPG)