MERAK – Kejadian tidak terduga terjadi di pelayaran dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Seorang pemudik melahirkan seorang bayi perempuan saat kapal masih dalam pelayaran.

Kejadian tersebut terjadi di Kapal KMP Kirana II milik perusahaan Dharma Lautan Utama (DLU). Diketahui pasangan yang berbahagia atas kelahiran putri cantiknya itu bernama Dahlan dan Misriwati.

Manajer PT DLU Cabang Merak Sunaryo bercerita, kejadian itu berawal pada saat kapal keluar Pelabuhan Merak, petugas medis dapat informasi dari petugas yang keliling bahwa ada penumpang yang hamil mengeluh  mules

“Jam 15.20, medis dapat informasi ada ibu-ibu mules, jam 15.25 petugas medis langsung mengarahkan penumpng tersebut ke ruang medis untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Sunaryo, Selasa (12/6).

Setelah melalui pemeriksaan, usia kandungan yang sudah mencapai 36 minggu membuat tim medis harus melakukan proses persalinan di kapal. Pada saat itu, petugas medis yang bertugas Budi Suwarno dan Khoirul Anam. “Meski laki-laki tapi petugas kita orang yang kompeten dan berpengalaman,” ujar Sunaryo.

Dengan peralatan medis yang tersedia dan disaksikan keluarga ibu hamil tersebut, kedua petugas medis itu pun melakukan tindakan persalinan. Sekitar 20 menit berselang, pada pukul 15.45 bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir.

Kelahiran sang bayi dismbut oleh pasangan yang tercatat dari Kampung Kalong Tegal, Rt 005/002 Kelurahan Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang dengan penuh sukacita. Ungkapan syukur tak henti diucapkan oleh Dahlan.

Berdasarkan keterangan dari Sunaryo, pasangan Dahlan dan Misriwati itu akan melakukan perjalanan mudik menuju Lampung. Namun Sunaryo tidak tahu secara persis alamat tujuan pasangan itu.

Setelah melalui proses persalinan secara normal dan lancar, Dahlan  meminta saran nama kepada John Ferry, nahkoda kapal. John akhirnya memberikan saran nama Dahlia Kirana Putri. Nama Kirana merupakan nama kapal tempat dilahirkannya bayi cantik itu. “Orang tuanya langsung setuju, dan senang, jadi namanya sama dengan nama kapal kita,” katanya.

Dijelaskan Sunaryo, PT DLU menerapkan pelayanan lengkap di seluruh kapal yang beroperasi. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan. Di setiap kapal, manajemen menempatkan tenaga medis yang berpengalaman dengan obat-obatan yang diperlukan untuk pertolongan pertama. Salah satunya adalah obat jantung.

Hal itu dilakukan untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak terduga seperti yang terjadi di kapal KMP Kirana II itu. “Jadi kita upayakan agar para penumpang mendapatkan penanganan kesehatan yang memenuhi standar,” katanya.

Sunaryo melanjutkan, sebagai bentuk apresiasi, Kirana akan mendapatkan pelayanan penyeberangan gratis seumur hidup. Bukan hanya itu, setelah Idul Fitri manajemen akan bertolak ke Lampung untuk menemui Kirana dan keluarganya untuk memberikan tanda mata sebagai kenang-kenangan.

Sunaryo mengaku sangat senang dengan kejadian itu. Karena ada kebahagian yang bisa diberikan perusahaan kepada masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan. “Untuk arus mudik, ini kejadian pertama kali di Merak-Bakauheni, tapi kalau hari biasa pernah kejadian,” katanya.

Dahlan menggendong Kirana.

Sementara itu, Dahlan, ayah Kirana, mengaku sangat bahagia atas kelahiran putrinya itu. Dahlan pun sangat berterima kasih kepada petugas medis dan petugas kapal lainnya atas pelayannya. “Saya senang anak saya bisa lahir dengan normal dan selamat,” katanya.

Dahlan berterima kasih kepada petugas  keliling. Karena petugas itu istrinya bisa segera mendapatkan penanganan medis sehingga bisa melahirkan dengan selamat.

Bagi Dahlan, perjalanan mudik ini akan menjadi perjalanan yang tidak terlupakan. Kebahagian sangat amat dirasakannya. Menurutnya kebahagian bisa mudik sekaligus mendapatkan anugerah seorang putri menjadi kebahagian yang sangat luar biasa. (Bayu)