Pemudik Pilih Berangkat Malam Hari

Suasana kepadatan terjadi di pintu masuk dan keluar Tol Serang Timur, Jumat (8/6) sore. Meningkatnya volume kendaraan dikarenakan kemarin sudah memasuki hari libur Lebaran.

MERAK – Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, mulai dipadati pemudik untuk menyeberang ke Pulau Sumatera. Diprediksi, nanti malam jumlah pemudik kembali akan memadati pelabuhan tersibuk itu.

Kemarin (8/6), Sekjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono memantau Pelabuhan Merak untuk memastikan kelancaran arus mudik. Ia didampingi jajaran manajemen PT ASDP Indonesia Ferry dan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja Provinsi Banten. Sasono memantau sejumlah fasilitas mudik, salah satunya fasilitas pemudik yang menggunakan sepeda motor di Dermaga VI.

Usai meninjau, Sasono mengatakan,  Kemenhub sudah menyiapkan posko mudik sejak Kamis (7/6). Ia memprediksi,  hari ini akan terjadi lonjakan penumpang lagi. “Hari kedua ini kemungkinan ada peningkatan volume lalu lintas, makanya kita pantau langsung,” ujar Sasono di kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Jumat (8/6).

Sasono mengapresiasi Pelabuhan Merak yang melakukan kanalisasi kendaraan roda dua di Dermaga VI sehingga tidak tercampur aduk dengan kendaraan roda empat lain. “Agar tidak ada konflik antara roda dua dan roda empat atau lebih agar mudik terasa lebih nyaman dan aman,” ujar Sasono.

Menurut Sasono, menjadikan Dermaga VI sebagai pusat masuk pemudik yang menggunakan motor merupakan formula yang bagus untuk mengurai penumpukan pemudik di pelabuhan. “Tadi sudah kita tinjau, cukup bagus,” katanya.

Ia menginstruksikan kepada pengelola dan operator pelabuhan untuk memperhatikan kebersihan pelabuhan agar pemudik merasa nyaman.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Herdi Jauhari mengungkapkan, pemudik mulai memasuki pelabuhan pada malam hingga dini hari. Terkait jumlah pemudik, Dishub memprediksi tidak akan sebanyak tahun lalu karena libur tahun ini masyarakat memiliki banyak pilihan untuk melakukan mudik. “Sekarang itu yang jauh, yang ke Sumatera Utara, Aceh. Kalau yang menengah seperti Lampung, Palembang, kemungkinan hari Rabu dan Kamis,” paparnya.

Di tempat berbeda, Divisi Humas dan Hukum PT Marga Mandalasakti (MMS) Rawiah Hijjah mengaku, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada malam hari mulai pukul 19.00 dan 21.00 WIB. “Sejauh ini, kondisinya masih normal,” ujar perempuan yang akrab disapa Ica, Jumat (8/6).

Kata dia, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju Merak, sudah melakukan sosialisasi dan rekayasa lalu lintas dengan aparat kepolisian. Ia mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan rest area.

“Jangan berkendaraan kalau tidak siap,” tuturnya.

Namun, rest area juga memiliki batasan waktu agar bisa bergantian dengan pengguna jalan yang lain. Kata dia, apabila Gerbang Tol Merak penuh maka pengguna jalan akan dialihkan ke Cilegon Barat atau Cikuasa Atas untuk kantong parkir sementara. Selain telah dilakukan sosialisasi, pihaknya juga menambah petugas untuk penjagaan gardu. “Ada juga patroli siaga. Kami siap melayani arus mudik,” ujar Ica.

Kepala Divisi Humas dan Hukum PT Marga Mandalasakti Indah Permanasari mengatakan, di empat rest area ruas Tol Tangerang-Merak, masyarakat dapat melakukan top up pengisian saldo uang elektronik. Selain di rest area, pengguna tol juga dapat melakukan top up di gerbang tol. Tetapi untuk pengisian tunai, hanya dapat dilakukan di gerbang Tol Serang Timur dan Cikupa. Namun, untuk pengisian nontunai dapat dilakukan di seluruh gerbang tol.

“Hanya saja, pengisian dapat dilakukan di gerbang paling kiri,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah perbankan melalui mobile ride untuk pengisian top up uang elektronik. Namun, itu cuma terdapat di rest area Km 43 arah Merak dan Km 68 arah Jakarta mulai 7 sampai 14 Juni dan 17 sampai 24 Juni.

Indah mengatakan, meskipun ada beberapa alternatif pengisian uang elektronik, tapi pengguna jalan tetap diimbau untuk menyiapkan kartu dengan saldo yang cukup sebelum masuk tol. Hal itu demi kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di sepanjang tol.

Ia mengungkapkan, selama ini masih ada masyarakat yang saldonya tidak cukup saat masuk tol. Dicontohkan kerap kali kendaraan golongan III kehabisan saldo setiap pukul 16.00 WIB di Merak. Hal itu yang membuat masih tiga persen pengguna tol yang menggunakan cash. “Transaksi terpaksa cash karena ada batasan saldo di masing-masing tempat. Biasanya saldo itu baru terisi di pukul sembilan keesokan harinya. Untuk itu, para pengguna jalan harus memastikan saldo mereka cukup,” ujar Indah.

Jalur Fungsional Mulai Berfungsi

Sementara itu, seluruh ruas tol fungsional di jalur Trans Jawa sudah dapat dilalui oleh para pemudik mulai kemarin  (8/6). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan,  tol fungsional tahun ini kondisinya akan lebih baik dari tahun lalu karena semua ruas sudah dalam kondisi perkerasan, baik rigid pavement, aspal, maupun lean concrete.

“Terakhir, kemarin sudah saya cek dengan Menteri Perhubungan semuanya sudah siap rest area di tipe A dan tipe B serta rest area sementara. Sudah dilengkapi air, stok BBM, toilet, musala,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Basuki, usai Lebaran, yakni bulan Juli, pihaknya akan meresmikan sejumlah tol yang saat ini fungsional. Yakni, Tol Ciawi-Cigombong (bagian dari Tol Bocimi), Tol Kartosuro-Sragen (bagian dari ruas Solo-Ngawi), Tol Brebes Timur-Pemalang (bagian dari ruas Pejagan-Pemalang), Tol Gempol-Rembang (bagian dari ruas Gempol-Pasuruan) serta  Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I.

Berdasarkan pantauan dan laporan dari Kementerian PUPR, kendaraan mulai terlihat memasuki sejumlah tol fungsional. Seperti ruas Salatiga-Kartasura. Pantauan kamera menunjukkan bahwa beberapa kendaraan sudah mulai melintas di bawah konstruksi Jembatan Kali Kenteng di ruas tersebut. Meskipun intensitasnya masih lengang.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan bahwa pembukaan ruas-ruas tol fungsional dilakukan oleh petugas korlantas di masing-masing daerah. Menurut Endra, jalur-jalur fungsional masih belum terlalu padat pada hari pertama mudik ini. Karena, arus besar masih baru bergerak dari Jakarta dan sekitarnya. “Kemungkinan masih di KM 1 sampai 66 Jakarta-Cikampek,” katanya.

Adapun kendaraan yang melintas hari ini di jalur-jalur fungsional, terbatas pada warga dari kota-kota seperti Semarang dan Solo yang ingin melewati jalur fungsional. (Rostinah-Bayu M-JPG/RBG)