Penambang Pasir Kembali Jadi Tersangka

SERANG – Satu lagi pengusaha penambangan pasir di Desa Mayak, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang menjadi tersangka. Sebelumnya, pada Kamis (5/11/2015), penyidik Satuan Reskrim Polres Serang melimpahkan tersangka Direktur PT Maya Multi Asih (MMA), Masduki dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Kali ini giliran Direktur CV Pasir Ciomas Banten (PCB), Ijte Susanti Satrio (ISS) (45), dijadikan tersangka. Warga Apartemen The Lavende Residence, Jalan Prof Dr Soepomo, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan ini disangkakan telah melakukan penambangan pasir sedot di Jalan Raya Palka, Kampung Ciwadas, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

“Penetapan status tersangka terhadap ISS dilakukan setelah penyidik memeriksa saksi-saksi dan mandapatkan alat bukti yang cukup,” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino, Minggu (8/11/2015).

Dikatakan Arrizal, direktur CV PCB tersebut dianggap yang bertanggugjawab dalam aktivitas penambangan pasir sedot tanpa dilengkapi izin dari pemerintah daerah. Aktivitas penambangan pasir tersebut sudah dilakukan tersangka secara ilegal sejak tahun 2012. Berdasarkan hasil pengecekan akta pendirian perusahaan CV PCB, ISS memang sebagai direktur.

“Kita kenakan Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara (minerba). Ancamannya 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” jelasnya didampingi Kanit II Pidana Khusus, Ipda Samsul Fuad.

Dalam kasus penambangan pasir sedot ini, lanjut Kasat, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi, termasuk saksi ahli dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten yang kita mintai keterangan. “Tak ada izinnya dan penambangan pasir ilegal ini telah merusak lingkungan serta merugikan negara karena tidak ada pemasukan pajak,” tegas Kasat.

Kasat menyatakan bahwa saat ini penyidik sedang melakukan pemberkasan kasus ini. Jika berkasnya sudah rampung, penyidik akan segera melimpahkan ke kejaksaan untuk diteliti sebelum pelimpahan tersangka dan barang buktinya. “Masih kita lengkapi berkasnya namun sejauh ini berkas perkara hampir rampung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ipda Samsul Fuad menjelaskan, CV PCB melakukan penambangan pasir setelah melakukan kerjasama tertulis dengan PT Rajawali Wisnu Kencana (RWK) pada tahun 2011.

PT RWK telah mengantongi izin penambangan dari Pemkab Serang No 541.SK/ 001/IUP/Disatamben/2011 tertanggal 24 Januari 2011. Karena tak mengikuti aturan, Bupati Serang akhirnya mencabut ijin usaha itu melalui Kepbup No. 541/KEP.361-Kesbangpol/2012 tertanggal 28 Juni 2012. “Izin telah dicabut Bupati, tapi CV PCB terus melakukan penambangan pasir sedot,” terang Samsul.

(Wahyudin)