Penambangan Pasir Liar di Pontang Digerebek

PONTANG – Penambangan pasir liar di Kampung Katiban, Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang digerebek petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang, Kamis (28/7). Jika sebelumnya penertiban gagal, kali ini sejumlah barang bukti diamankan Satpol PP Kabupaten Serang.

Pantauan Radar Banten, petugas tiba di lokasi penggerebekan sekira pukul 10.30 WIB dengan membawa satu mobil patroli dan beberapa sepeda motor. Saat petugas datang, aktivitas penambangan sedang berlangsung. Beberapa pekerja penambangan pasir liar yang sadar dengan kedatangan petugas lari ketakutan hingga meninggalkan peralatan penambangan yang biasa digunakan.

Di lokasi penggerebekan, ada tiga unit pikap yang sedang siaga untuk mengangkut hasil penambangan pasir liar tersebut. Sisa-sisa pengangkutan pun masih menggunduk di area penambangan. Di penampungan yang dilingkari dengan bambu juga terdapat genangan air keruh. Petugas yang datang langsung menyisir area penambangan di pertengahan pemukiman warga itu.

Kurang lebih 50 meter dari tempat penampungan pasir terdapat mesin penyedot yang ditinggalkan pegawai penambangan. Sepanjang jarak tersebut terdapat bentangan slang yang menghubungkan penyedot pasir ke tempat penampungan hasil penambangan. Petugas pun langsung membongkar mesin yang digunakan penambang. Selain itu, sejumlah alat bantu penambangan disita Satpol PP.

Kepala Seksi Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Serang Asep Pelita Jaya mengatakan, penggerebekan dilakukan untuk yang kedua kali. Sebelumnya pada Juni, Satpol PP gagal karena informasi penertiban bocor. “Ini (penambangan pasir liar-red) sebetulnya sudah lama. Waktu bulan puasa informasi bocor, jadi tidak tertangkap tangan,” ujar Acep kepada Radar Banten, Kamis (28/7).

Acep mengaku telah mengantongi nama pelaku atau dalang dari penambangan pasir liar itu. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pemanggilan terhadap pelaku yang dimaskud. Itu setelah memeriksa beberapa saksi. Acep pun meyakini penambangan tersebut dilakukan secara ilegal. “Saya kira ini tidak punya izin. Apalagi, izin lingkungan pun tidak ada,” tegasnya terkait dengan penambangan.

Jika upaya pemanggilan tidak digubris, akan dilakukan penjemputan paksa terhadap pelaku dengan melibatkan Polres Serang. Tindakan itu sesuai dengan mekanisme penegakan hukum yang berlaku. “Akan ada pemanggilan khusus, kita sudah punya penyidiknya akan diproses,” katanya. Pemilik penambangan tersebut terancam hukuman penjara selama enam bulan dan denda Rp50 juta.

Kepala Satpol PP Kabupaten Serang Arif Ahmad Rifa’i mengajak semua warga untuk memberantas penambangan pasir liar. “Jika ada penambangan ilegal dan dapat merugikan warga, jangan segan untuk melaporkan ke kami. Harus kita tindak bersama-sama,” ajaknya. (Irfan M/Radar Banten)