SERANG – Program perencanaan penataan Banten Lama di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, diambil alih Pemprov Banten. Padahal, sebelumnya saat asistensi bantuan keuangan dari Pemprov Banten, Pemkot Serang mendapat anggaran sekira Rp500 juta untuk program perencanaan penataan kawasan wisata ziarah itu.

Sekretaris Kota Serang Mahfud mengatakan bahwa dengan diambilnya rencana penataan Banten Lama oleh Pemprov, tak membuat Pemkot lepas tangan. “Kami berharap Banten Lama segera direvitalisasi oleh Pemprov. Awalnya, memang membuat perencanaan penataan dulu. Baru nanti ketahuan akan seperti apa revitalisasinya,” ujar Mahfud yang dikutip Radar Banten, Jumat (16/1).

Mahfud mengatakan, Pemkot juga mempunyai sejumlah program untuk mendukung revitalisasi Banten Lama. Mulai dari penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Banten Lama sampai perbaikan infrastruktur. Dengan adanya koordinasi dan sinergisme program dengan Pemprov, ia berharap, kawasan Banten Lama akan menjadi lebih baik. Dengan begitu, wisata ziarah yang menjadi ikon Kota Serang dan Provinsi Banten itu akan lebih banyak didatangi wisatawan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno mengungkapkan, walaupun program perencanaan penataan Banten Lama diambil alih Pemprov Banten, tetapi bantuan keuangan yang semula dialokasikan untuk program tersebut tak ditarik kembali. Berdasarkan instruksi Pemprov, anggaran senilai Rp500 juta itu harus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.Tak hanya itu, ia mengatakan, rencana pembangunan gedung serbaguna (GSG) pun terpaksa ditunda. Tahun ini, Pemkot diharuskan membuat detail engineering design (DED) untuk pembangunan gedung yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya itu. Sebab, DED tak bisa berbarengan dengan pembangunan fisik.

Pada bantuan keuangan dari Pemprov tahun ini, Pemkot mendapatkan kucuran anggaran senilai Rp10 miliar untuk pembangunan GSG. “Dari Rp10 miliar itu, kami hanya akan menggunakan untuk pembuatan DED gedung itu. Selebihnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Untuk anggaran pembangunan konstruksi GSG nanti, akan diajukan kembali ke Pemprov,” terang Djoko. (nna/run/dwi)