Banten Lama

SERANG – Proses penataan kawasan wisata religi dan cagar budaya Banten Lama menggunakan Detail Engineering Design (DED) yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Serang. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang juga mejabat sebagai ketua Tim Penataan Banten Lama.

Kepada awak media Andika menjelaskan, pada proses pentaan yang akan dilakukan, tim bersepakat untuk mengacu pada DED yang telah ada. Namun, apa yang tidak ada dalam DED tersebut dirancang oleh tim dengan menyesuaikan kondisi Banten Lama.

“Sekarang saya dengan tim lagi mengimpetarisir agar DED yang sudah ada (digunakan), tidak usah dibuat, pakai yang ada tinggal menyesuaikan eksisting dengan yag ada di Banten Lama,” papar Andika, Senin (14/8).

Untuk mensikronkan proses penataan dengan perencanaan yang sudah ada, Andika mengaku sudah mengumpulkan kembali masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam proses penataan kawasan wisata unggulan di Kota Serang tersebut.

Menurutnya, itu dilakukan agar proses pembangunan yang akan dilakukan nanti lebih terukur dan sesuai dengan master plan yang sudah ada. “Kan wujud tiga dimensinya sudah ada di Kota Serang. Mungkin yang belum seperti pembangunan infrastruktur, pembangun jalan, pengalihan PKL,” kata Andika.

Terkait DED yang sudah dibuat oleh Pemkot Serang, sambung Andika, sudah mencakup objek-objek inti kawasan Banten Lama. Bahkan objek yang ada di wilayah Kabupaten Serang seperti danau Tasikardi. “Semuanya, pelabuhan Karangantu dan Tasikardi ada disitu, karena kita teken MOU nya juga bersama Pemerintah Kabupaten Serang juga,” tutur Andika.

Proses penataan sendiri akan mulai dilakukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini. Andika mengaku sudah meminta kepada OPD terkait untuk mengalolkasikan anggaran pentaan tersebut. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)